PT LIB Bicara Tentang Adanya Klub yang Minta Uang Subsidi Rp 1 Miliar

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, angkat bicara terkait adanya permintaan klub Liga 1 2020 yang meminta kenaikan uang subsidi setiap bulannya.

Seperti BolaSport.com kutip dari laman resmi Liga Indonesia, Akhamd Hadian mengatakan pihaknya berusaha keras untuk menuruti kemauan klub Liga 1 2020.

Sebelumnya Presiden Borneo FC, Nabil Husein, meminta adanya kenaikan uang subsidi perbulan mencapai Rp 1 miliar.

Hal tersebut diutarakannya dengan alasan Borneo FC akan mengeluarkan uang tambahan karena menetap di Pulau Jawa.

PSSI sudah menyiapkan Kota Yogyakarta dan Solo sebagai homebase klub Liga 1 2020 yang berada di luar Pulau Jawa.

Sebab, Liga 1 2020 yang digelar pada Oktober mendatang akan dihelat di Pulau Jawa.

Sejatinya PT LIB sudah memastikan menaikan uang subsidi klub Liga 1 2020 menjadi Rp 800 juta perbulan selama Covid-19.

Sebelum Covid-19, klub Liga 1 2020 hanya menerima uang subsidi sebesar Rp 520 juta.

“Kompetisi akan dimulai Oktober nanti karena itu kami tetap berkomitmen tinggi terhadap kewajiban untuk membagikan dana subsidi kepada semua peserta Liga 1 dan Liga 2,” kata Akhmad Hadian.

Lebih lanjut Akhmad Hadian meminta semua pihak berpikir dan bersikap realistis.

Sebab, pandemi Covid-19 membuat situasi dan kondisi kompetisi menjadi tidak normal lagi.

Atas situasi tersebut, PT LIB harus mengevaluasi dan merencanakan lagi banyak hal yang sangat menentukan dalam kelangsungan kompetisi.

Termasuk kesepakatan dengan sponsor dan pihak ketiga lainnya.

“Sekali lagi, pada prinsipnya kami punya komitmen tinggi terkait angka subsidi yang akan diterima oleh klub Liga 1 dan Liga 2.”

“Kami akan berusaha keras untuk mewujudkan apa yang sudah kami rencanakan. Mohon dukungannya agar kompetisi bisa bergulir dengan lancar,” pungkas Akhmad Hadian.

“Kompetisi akan dimulai Oktober nanti karena itu kami tetap berkomitmen tinggi terhadap kewajiban untuk membagikan dana subsidi kepada semua peserta Liga 1 dan Liga 2,” kata Akhmad Hadian.

Lebih lanjut Akhmad Hadian meminta semua pihak berpikir dan bersikap realistis.

Sebab, pandemi Covid-19 membuat situasi dan kondisi kompetisi menjadi tidak normal lagi.

Atas situasi tersebut, PT LIB harus mengevaluasi dan merencanakan lagi banyak hal yang sangat menentukan dalam kelangsungan kompetisi.

Termasuk kesepakatan dengan sponsor dan pihak ketiga lainnya.

“Sekali lagi, pada prinsipnya kami punya komitmen tinggi terkait angka subsidi yang akan diterima oleh klub Liga 1 dan Liga 2.”

“Kami akan berusaha keras untuk mewujudkan apa yang sudah kami rencanakan. Mohon dukungannya agar kompetisi bisa bergulir dengan lancar,” pungkas Akhmad Hadian.