Dinilai Belum Selevel Tim Senior, Persib akan Minta Mario Jardel Turun Kasta

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengisyaratkan akan melepas satu pemain mudanya untuk berlaga di Liga 2 atau Liga 3.

Perubahan regulasi tentang penghapusan kewajiban klub memainkan pemain U-23 di Liga 1 2020 membuat Persib Bandung merampingkan skuad di awal musim.

Pada pertengahan Februari lalu, Persib Bandung mencoret empat pemain mudanya dari skuad utama musim ini.

Empat pemain tersebut adalah Indra Mustafa, Wildan Ramdani, Puja Abdillah, dan Agung Mulyadi.

Mereka berempat dikirim untuk membela tim satelit Maung Bandung, Bandung United, guna menambah jam terbang.

Persib sendiri memang memiliki program untuk mengembangkan pemain muda lewat pembinaan di tim satelit.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, menyatakan bahwa tim satelit bisa menjadi sarana transisi bagi pemain yang sebelumnya mengikuti kompetisi kelompok usia dan kini turun di kompetisi senior.

Mengingat, tim kelompok usia punya orientasi untuk pembinaan pemain, yang tentunya berbeda dengan tim senior yang punya orientasi prestasi.

“Pemain tersebut bisa tampil setiap akhir pekan dan dia bisa mulai memupuk kepercayaan diri, membangun kekuatan dan terbiasa dengan ritme bermain tiap pekan,” ungkap Robert dilansir Bolasport.com dari Kompas.

“Dari sana pemain akan mulai membentuk mentalnya untuk bermain setiap pekan bersama tim level tertinggi yang kebutuhannya harus terus menang di tiap pertandingan,” sambungnya.

Setelah melepas empat pemain muda di awal musim, Persib berniat untuk melepas satu pemain lagi ke Bandung United.

Pemain yang dimaksud adalah Mario Jardel, bek 18 tahun yang baru dipromosikan ke tim utama pada musim 2020.

Hingga kini, Mario Jardel masih kesulitan mendapatkan menit bermain di skuad Maung Bandung.

Jardel sejatinya bukan satu-satunya pemain yang belum mendapatkan menit bermain pada musim 2020.

Gian Zola, Zalnando, Beni Oktovianto, dan Josel Omkarsba termasuk dalam deretan pemain muda yang belum pernah diturunkan oleh Robert Alberts.

Bedanya, keempat pemain itu sudah pernah bermain barang satu pertandingan pada musim 2019.

“Mario belum berada di level yang setara dengan para pemain senior,” tutur Robert Alberts.

“Jadi dia belum bisa bermain sebagai pemain inti dan harus membandingkannya dengan pemain lain yang lebih siap,” ujar Robert.

Melihat kondisi tersebut, mantan pelatih PSM Makassar itu berniat untuk mengirim Jardel ke kasta yang lebih rendah.

Tujuannya supaya Mario Jardel bisa segera mengejar ketertinggalan dari rekan-rekannya yang lain.

“Jadi hal yang paling tepat untuk Mario adalah dia harus lebih dulu mengembangkan kemampuannya di Liga 2 atau Liga 3 agar bisa tampil laga demi laga,” tukas pelatih 65 tahun itu.

“Pemain tersebut bisa tampil setiap akhir pekan dan dia bisa mulai memupuk kepercayaan diri, membangun kekuatan dan terbiasa dengan ritme bermain tiap pekan,” ungkap Robert dilansir Bolasport.com dari Kompas.

“Dari sana pemain akan mulai membentuk mentalnya untuk bermain setiap pekan bersama tim level tertinggi yang kebutuhannya harus terus menang di tiap pertandingan,” sambungnya.

Setelah melepas empat pemain muda di awal musim, Persib berniat untuk melepas satu pemain lagi ke Bandung United.

Pemain yang dimaksud adalah Mario Jardel, bek 18 tahun yang baru dipromosikan ke tim utama pada musim 2020.

Hingga kini, Mario Jardel masih kesulitan mendapatkan menit bermain di skuad Maung Bandung.

Jardel sejatinya bukan satu-satunya pemain yang belum mendapatkan menit bermain pada musim 2020.

Gian Zola, Zalnando, Beni Oktovianto, dan Josel Omkarsba termasuk dalam deretan pemain muda yang belum pernah diturunkan oleh Robert Alberts.

Bedanya, keempat pemain itu sudah pernah bermain barang satu pertandingan pada musim 2019.

“Mario belum berada di level yang setara dengan para pemain senior,” tutur Robert Alberts.

“Jadi dia belum bisa bermain sebagai pemain inti dan harus membandingkannya dengan pemain lain yang lebih siap,” ujar Robert.

Melihat kondisi tersebut, mantan pelatih PSM Makassar itu berniat untuk mengirim Jardel ke kasta yang lebih rendah.

Tujuannya supaya Mario Jardel bisa segera mengejar ketertinggalan dari rekan-rekannya yang lain.

“Jadi hal yang paling tepat untuk Mario adalah dia harus lebih dulu mengembangkan kemampuannya di Liga 2 atau Liga 3 agar bisa tampil laga demi laga,” tukas pelatih 65 tahun itu.