Calon Venue Piala Dunia U-20, Si Jalak Harupat Berbenah

Pemerintah Kabupaten Bandung membenahi Stadion Si Jalak Harupat. Stadion itu dicalonkan jadi salah satu venue perhelatan Piala Dunia U-20 di tahun 2021 nanti.

Si Jalak Harupat dicalonkan menjadi venue untuk Piala Dunia U-20 bersama dengan Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Stadion Gelora Bung Tomo, Stadion Manahan, Stadion Kapten I Wayan Dipta, dan Stadion Jakabaring. Beberapa fasilitas akan segera dibenahi untuk menyambut perlehatan akbar tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Marlan Nirsyamsu mengatakan, masih menunggu hasil ulasan dari PSSI dan FIFA terkait fasilitas yang harus dibenahi. Namun, ia telah mendapatkan kabar terkait dua infrastruktur yang harus ditambah kapasitasnya.

“Kalau seandainya ada infrastruktur yang harus ditambah nantikan ada review dari FIFA dan PSSI, untuk teknis sekarang kita sudah clear bisa digunakan. Cuman ada dua yang sudah ada kabar awal,” ujar Marlan Nirsyamsu, Selasa (30/6/2020).

Marlan menyebutkan, dua infrastruktur yang mesti dibenahi, di antaranya lampu stadion dan sound system. Saat ini, lampu stadion di SJH (Si Jalak Harupat) berkapasitas 2.000 lux sedangkan kapasitas yang menjadi standar FIFA adalah 2.500 lux.

“Pertama adalah penambahan lampu di stadion, kapasitas kita sekarang 2.000 luk menjadi 2.500 luk. Kedua, sound system stadion. Sementara itu baru dua info tersebut yang kita dapat,” tambah Marlan.

Bukan hanya infrastruktur, Marlan mengatakan, biaya untuk memperbaiki lampu dan sound system di stadion masih belum jelas. Karena, beberapa anggaran di Kabupaten Bandung banyak dilakukan rekofusing untuk penanganan Covid-19.

Beberapa skema disebutkan Marlan, di antaranya dengan mengandalkan APBD Perubahan atau APBD di tahun 2021 nanti. Sedangkan pembangunan infrastruktur di luar stadion akan diserahkan kepada PUPR.

“Kita usahakan di APBD-Perubahan, atau enggak di murni (APBD 2021). Di murni itu kan ke kejar lah, karena tidak susah. Jadi mudah-mudahan bisa kita lakukan, kalau pun di perubahan tidak bisa, nanti kita di murni. Karena kan pelaksanaan bulan Juni,” katanya.