Soal Gaji Bulan Juli Dan Agustus, Ini Kata GM Arema FC

Sesuai himbauan dari PSSI, Arema FC akan melakukan negosiasi kontrak dengan pemain dan pelatih untuk pembayaran bulan Juli serta Agustus. Sedangkan aturan pembayaran gaji sebesar 50 persen berlaku mulai bulan September sampai berakhirnya kompetisi.

closeLewat Surat Keputusan nomor SKEP/53/VI/2020, PSSI telah menetapkan aturan soal perubahan kontrak pemain. Klub kini membayar gaji pemain sebesar 50 persen dari nilai kontrak. Namun, aturan itu baru berlaku satu bulan sebelum kompetisi dimulai (September,red).

Artinya, ada kekosongan untuk pada bulan Juli dan Agustus. Surat Keputusan PSSI sebelumnya no 48/SKEP/lII/ 2020 hanya mengatur pembayaran bulan Mei sampai Juni sebesar 25 persen nilai kontrak.

Nah, menyikapi hal itu, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo memberikan sedikit penjelasan. Menurutnya, sesuai dengan himbauan dari PSSI, klub akan melakukan negosiasi dengan pemain dan pelatih.

“Surat PSSI mirip sekali dengan suratnya FIFA, silakan bernegosiasi dengan pemain dan pelatih. Kalau mentok, maka kembali ke SK nomor 48, tentang penggajian pemain dan pelatih sebesar 25 persen,” kata Ruddy di channel Youtube resmi Arema FC.

“Jadi misalkan bulan Juli atau Agustus kita nego dengan pemain tidak deal, ya sudah kita kembali ke keputusan surat PSSI nomor 48, senilai maksimal 25 persen,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ruddy mengakui jika klub cukup terkendala karena wabah Covid-19. Arema FC dan mayoritas klub tengah memikirkan cara supaya bisa terus bertahan di tengah pandemi.

Nah, di tengah kesulitan tersebut, hak komersial dianggap cukup meringankan beban klub. Sayang, sejak kompetisi terhenti, hak komersial pun belum diberikan sepenuhnya.

“Mungkin kalau LIB menjamin subsidi bisa cair teman-teman akan lega,” tandasnya.