Potong Gaji Dirasa Belum Cukup, Arema FC Kini Berencana Pangkas Bonus

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, menyatakan bahwa manajemen berencana memotong nominal bonus tim, selain gaji, untuk menyehatkan finansial menjelang lanjutan Liga 1 2020.

Agenda itu sudah masuk ke dalam rencana dan tinggal didiskusikan lebih lanjut bersama jajaran direksi. Pasalnya, sektor itu turut berpegaruh terhadap pos-pos anggaran, selain uang muka kontrak, gaji, dan biaya operasional.

“Ya, bonus juga akan kami pangkas. Yang pasti, bonus kemenangan maupun lainnya, ikut menyesuaikan dengan keadaan sekarang,” kata Ruddy Widodo, Kamis (2/7/20).

Kendati demikian, pihaknya tidak lantas mereduksi pendapatan tambahan pemain dan staf pelatihnya itu secara baku. Artinya, penurunan nominal bonus belum tentu berlaku 50 persen seperti renegosiasi kontrak dalam Surat Keputusan (SK) PSSI tentang Liga 1.

Seperti contoh bonus untuk pemain jika mencetak satu gol. Sebelumnya dihargai Rp10 juta, maka tidak lantas bonus itu berkurang separuhnya alias Rp5 juta saja.

“Tidak harus sampai 50 persen karena renegosiasi kontrak pun tidak harus mencapai presentase itu, tapi paling maksimal segitu,” tandas Ruddy Widodo.

Seperti halnya tim lain, Arema FC juga menerapkan sistem bonus sebagai upaya meningkatkan motivasi pemain. Beberapa macam bonus di antaranya jika sukses meraup tiga angka dalam laga bergengsi, imbang dengan hasil satu poin di laga away, sumbangsih gol, dan prestasi juara.