Meski Cukup Berat, Persik Akan Negosiasi Kontrak Sesuai SK PSSI

Meski mengusulkan Liga 1 berhenti, Persik Kediri tetap menghormati keputusan PSSI untuk melanjutkan kompetisi. Kini, manajemen pun berusaha mentaati aturan soal renegosiasi kontrak pemain.

closeDalam Surat Keputusan nomor SKEP/53/VI/2020, PSSI memutuskan Liga 1 tetap lanjut mulai bulan Oktober. Selain itu, dalam SK tersebut, PSSI juga menjelaskan soal renegosiasi kontrak pelatih dan pemain ketika kompetisi dimulai kembali. Manajemen Persik berusaha mentaati SK tersebut.

“Meski menjadi masalah yang sensitif, tapi semua stakeholder industri sepak bola wajib mengikuti keputusan tersebut,” kata presiden Persik, Abdul Hakim Bafagih dalam rilis resmi.

Berdasar SK yang diterbitkan tanggal 27 Juni itu, klub-klub Liga 1 kini bisa membayar gaji pemain dan pelatih sebesar 50 persen, atau sekurang-kurangnya diatas upah minimum regional yang berlaku.

Aturan itu berlaku satu bulan sebelum kompetisi dimulai (September) sampai kompetisi berakhir.

Satu poin lagi dalam SK tersebut berisi: “Apabila telah terjadi perubahan kesepakatan akibat keadaan kahar terkait pandemi COVID-19 antara semua pihak sebelum tanggal berlakunya surat keputusan ini, maka atas kesepakatan para pihak, kontrak tersebut tetap berlaku.”

Minta Kejelasan Hak Komersial

Sayangnya, menurut manajemen Persik, hak komersial klub mulai bulan April hingga saat ini masih belum jelas. Padahal, di tengah pandemi, semua klub tengah mengalami kesulitan finansial.

Kondisi akan semakin sulit jika Liga 1 akan kembali digelar tanpa penonton. Pemasukan klub dari penjualan tiket otomatis juga akan berkurang,

“Seperti yang pernah kami usulkan, hak komersial klub idealnya adalah sebesar Rp 1,2 sampai Rp 1,5 miliar setiap bulan,” kata Hakim.

Lebih lanjut, Hakim menilai, tidak ada pihak yang diuntungkan sama sekali di tengah pandemi. Semua pihak kini berusaha menyiasati dan meminimalisir kerugian-kerugian yang dialami.

“Semoga kasus pandemi Covid-19 ini bisa melandai dan Indonesia segera pulih. Sehingga Liga Indonesia mendapatkan jalan terbaik sebagai olahraga, industri sekaligus hiburan bagi masyarakat. Kita semua berharap liga berjalan dengan baik,” tandasnya.