Malang Belum Aman, Dokter Tim Arema FC Sarankan Latihan Digelar Tertutup

Dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi, menyarankan agar Muhammad Rafli dkk. menggelar latihan secara tertutup. Pasalnya, Malang dinilai masih belum aman dari pandemi virus corona COVID-19.

Arema FC dijadwalkan menggelar latihan perdana setelah diliburkan selama tiga bulan dua pekan dari sekarang, atau tepatnya 15 Juli 2020 mendatang. Padahal, Malang terbilang masih rawan dari penyebaran virus corona, terlihat dari pasien positif di area tersebut yang cenderung bertambah dari hari ke hari.

Di sisi lain, PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia telah memutuskan agar Liga 1 digelar Oktober mendatang. Mereka juga sudah menginstruksikan agar setiap klub menggelar latihan bersama pertengahan Juli ini.

Nanang Tri Wahyudi menuturkan, pihaknya telah membuat protokol kesehatan internal. Satu poin penting yang ia sarankan adalah mengenai latihan tertutup.

“Selama pendemi belum reda, harus minim risiko transmisi dari pengumpulan massa. Tujuannya melindungi risiko penularan dari suporter ke pemain ataupun sebaliknya,” kata mantan dokter Timnas Indonesia U-23 ini.

Arema FC memulai Shopee Liga 1 2020 dengan minor. Dari tiga pertandingan pembuka, tim berjulukan Singo Edan itu baru menang sekali dan kalah tiga kali, catatan yang menempatkan Muhammad Rafli dkk. untuk sementara duduk di tangga ke-12 klasemen.

Meski demikian, biasanya masih ada saja Aremania yang datang ke tempat latihan karena rindu melihat aksi idolanya di lapangan meskipun hanya sekedar latihan. Pada Mei silam, manajemen Arema sempat mengimbau agar suporter tidak datang ke tempat latihan.

Jika Arema latihan di Stadion Gajayana maupun Kanjuruhan, tribun bisa disterilkan dengan menutup semua akses masuk. Tapi jika latihan di lapangan futsal atau lapangan terbuka, harus ada pihak ofisial yang bertugas agar suporter tidak mendekat. Karena biasanya usai latihan, Aremania memburu pemain untuk foto bersama.