Liga 1 Berlanjut, Alumni Liga Australia Tak Masalah Gajinya Dipangkas

Pemain asing Madura United, Jacob Scott Pepper lebih mempertimbangkan aspek sosial dan mengatakan dirinya tidak masalah jika gajinya dipotong setelah kompetisi Liga 1 dipastikan berlanjut pada Oktober mendatang.

Rencana pemangkasan gaji itu memang menjadi solusi terbaik untuk membuat kondisi finansial klub kembali stabil. Hal itu tak lepas dari deraan pandemi covid-19 yang juga melemahkan bidang ekonomi.

“Selama masa (pandemi) seperti ini, kita harus mempertimbangkan bahwa setiap orang telak terkena dampak (covid-19),” ucap Jacob Pepper kepada INDOSPORT.

Maka dari itu, dia tak masalah jika nantinya tidak menerima gaji secara full. Bahkan, SK PSSI terbaru pada Sabtu (27/06/20) menyebut, bahwa setiap klub berhak melakukan negosiasi ulang perihal gaji pemain hingga 59 persen sebelum kompetisi berlanjut.

“Kita harus berkumpul bersama dan menegosiasikan (solusi) apa yang terbaik untuk semua pihak,” beber alumni Liga Australia saat membela Brisbane Roar maupun Newcastle Jets tersebut.

“Saya kira, semua pihak (Madura United, agen dan pemain) harus memikirkan (rencana) pemotongan gaji setelah dikonfirmasi (oleh federasi),” sambungnya.

Jacob Scott Pepper menjadi satu dari sejumlah pemain asing yang berstatus debutan di Liga 1. Midfielder 28 tahun itu bergabung dengan Madura United, dan baru menjalani 2 caps dengan salah satunya sebagai starter saat melawan Bali United.