Soal Gaji Pelatih dan Pemain, PSSI: Kami Hanya Kasih Batasan, Kewajibannya ada di Klub

Dalam surat keputusan terbaru PSSI SKEP/53/VI/2020 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pada 27 Juni 2020 soal kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa terdapat pula pembahasan perubahan nilai kontrak pemain pelatih.

PSSI menyatakan setiap klub Liga 1 boleh menggaji para pemain dan pelatihnya 50% sementara Liga 2, 60% dari nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku di tempat klub tersebut.

Saat ditanyakan ke Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi perihal batas maksimal atas minimum yang tak tertera di SK tersebut, ia menjelaskan PSSI dalam hal ini hanya memberikan arahan, sedangkan dalam putusannya diserahkan kembali kepada klub dan pemain itu sendiri.

Sebelumnya dalam SK pertama PSSI pada bulan Maret lalu soal pemberhentian Liga 1 dan Liga 2, di situ menyebutkan bahwa klub diperbolehkan menggaji para pemainnya maksimal 25 %.

“Ya, di situ tidak ada maksimal dan minimalnya. Di situ kan kisaran,” kata Yunus Nusi saat dihubungi Tribunnews, Selasa (30/6/2020).

“Jadi Semuanya ini hanya menjadi batasan oleh ketua umum tapi kewajiban sesungguhnya itu ada di klub dan pihak pemain. Kita kembalikan ke klub, kami hanya memberikan batasan saja,” sambungnya.

Lebih lanjut ia mempertegas arahan dari SK terbaru agar klub-klub tidak memberikan gaji kepada para pemainnya di bawah Upah Minimum Regional (UMR) baik itu Liga 1 atau Liga 2.

“Kami juga sebutkan tidak boleh kecil dari UMR. Ini pagar dari PSSI. UMR semua (Liga 1 dan Liga 2), pokoknya tidak boleh klub manapun yang berikan gaji di bawah UMR,” tegasnya.

Liga 1 dan Liga 2 2020 akan bergulir kembali pada Oktober mendatang. Namun, PSSI hingga sampai saat ini masih belum menentukan jadwal kick off, format pertandingan dan lokasi.