Kapten Persela Lamongan Eky Taufik Siap Renegosiasi Kontrak

Kapten Persela Lamongan Eky Taufik, tak masalah dengan perubahan kontrak saat kompetisi dilanjutkan. Ia paham dengan keadaan yang sedang melanda klubnya karena pandemi virus corona.

Pandemi virus corona yang melanda Tanah Air membuat seluruh klub, termasuk Persela mengalami krisis keuangan. Dana sponsor yang harusnya cair, jadi tersendat.

Bukan itu saja, kompetisi nasional juga dihentikan sejak pertengahan Maret lalu. Semenjak itu, PSSI mengizinkan klub membayar 25 persen gaji pemain, staf pelatih, dan ofisial dari nilai kontrak yang tertera.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) PSSI terbaru bernomor SKEP/53/VI/2020, klub diizinkan melakukan negosiasi ulang upah kepada pemain, staf pelatih, dan ofisial dengan kisaran 50 persen untuk Liga 1. Sementara Liga 2, 60 persen atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku masing-masing klub berdomisili.

Hanya saja, pembayaran tersebut baru berlaku satu bulan sebelum dan sampai berakhirnya kompetisi. Artinya, aturan itu bisa diterapkan pada September, karena kompetisi dimulai Oktober mendatang.

“Kalau saya oke-oke saja, renegosiasi karena situasi dan kondisinya belum stabil terutama kondisi keuangan klub. Pasti di tim agak oleng kondisinya,” kata Eky dikutip dari laman PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Eky berharap pembicaraan ulang kontrak bisa membantu timnya. Ia tak ingin egois dengan memikirkan keuntungan sendiri tanpa melihat situasi yang sedang dialami Persela.

“Boleh kita renegosiasi soal kontrak memang karena hal itu diperlukan untuk menstabilkan kondisi keuangan tim,” ucap pesepakbola berusia 29 tahun tersebut.

Selama kompetisi dihentikan skuad Persela berlatih secara mandiri di kediaman masing-masing. Para pemain Laskar Joko Tingkir diminta untuk menjaga kondisinya agar tidak turun drastis.

Borneo FC menjadi lawan terakhir yang dihadapi Persela, sebelum kompetisi dihentikan. Saat itu, klub yang identik warna biru langit tersebut menelan kekalahan dengan skor 2-1, pada 15 Maret 2020.

Saat ini Persela menjadi juru kunci klasemen kompetisi kasta teratas Indonesia. Klub yang 1967 tersebut belum meraih kemenangan sama sekali dari tiga pertandingan yang dimainkannya.