Tidak Ada Perubahan, Shopee Masih Jadi Sponsor Utama Liga 1 2020 Tapi

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, mengatakan pihaknya akan siapkan kontrak baru dengan sponsor terkait dilanjutkannya Liga 1 2020.

Sebelumnya Liga 1 dihentikan sementara sejak pertengahan Maret 2020 akibat pandemi Covid-19.

Namun pada Minggu (28/6/2020), PSSI memutuskan kompetisi dapat kembali digelar.

Melalui surat keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa tahun 2020, PSSI resmi memutuskan Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 Indonesia musim 2020 bergulir kembali mulai Oktober 2020.

Dengan dilanjutkannya Liga 1 2020, tentu saja pihak LIB harus membuat kontrak baru dengan sponsor-sponsor kompetisi.

PT LIB memastikan tidak ada perubahan title kompetisi.

Sponsor utama Shopee yang mendukung sejak musim 2019, masih tertarik untuk mensponsorsi lanjutan liga musim ini.

“Kalau sponsor mudah-mudahan tidak ada yang berubah. Karena untuk mencari sponsor pun tidak mudah. Apalagi dalam kondisi pandemi ini, semua industri masih kondisi lemah,” kata Akhmad Hadian Lukita, kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).

“Setelah Surat Keputusan (SK) PSSI keluar, kami langsung melakukan pembicaraan dengan sponsor secara intensif. Kita bangun diskusi yang produktif untuk format kedepannya,” ucapnya.

Menurutnya, sponsor menginginkan adanya jam pertandingan yang jelas, jadwal tidak berubah-ubah, ada beberapa hal yang mereka inginkan dan permintaan pihak LIB juga.

Akhmad Hadian juga mengatakan bahwa untuk beberapa hal sudah ada titik temu, dan harapannya semoga dalam waktu dekat semua beres.

“Intinya, tidak ada yang berubah kalau untuk sponsor,” ujar mantan Direktur Utama PT LAPI Divusi tersebut.

Dengan kesepakatan lama yang sudah tidak berlaku karena adanya kondisi kahar atau force majeure.

Oleh karena itu, LIB segera membuat kontrak baru dengan sponsor-sponsor tersebut.

“Pasti ada baru untuk nilai kontraknya, kan ada pasal kahar disini. Jadi kalau kami tuntut nilai sebesar itu (seperti kontrak sebelumnya), tidak mungkin juga. Kami sadar karena kondisinya saat ini tidak mudah,” katanya.

“Nanti klub juga harus ikut dalam diskusi ini (dengan sponsor), karena beberapa klub tidak dapat menerima uang tiket saat jadi tuan rumah (seperti klub yang pindah homebase). Jadi kami harus memahami itu juga. Kami akan cari bagaimana caranya agar klub tidak dirugikan dan sponsor pun tidak rugi. SK dari PSSI tersebut lah yang menjadi tolak ukur kami,” tutur Hadian.