Sebelum September, Persija Jakarta Tetap Potong Gaji Pemain 75 Persen

Persija Jakarta untuk beberapa bulan ke depan tetap memotong 75 persen gaji pemain, ofisial dan staf pelatih. Kepastian tersebut setelah manajemen Macan Kemayoran, mempelajari isi Surat Keputusan (SK) terbaru, yang diterbitkan PSSI.

Berdasarkan SK PSSI bernomor SKEP/53/VI/2020, klub diizinkan melakukan negosiasi ulang upah kepada pemain, staf pelatih, ofisial dengan kisaran 50 persen untuk Liga 1. Sementara Liga 2, 60 persen atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku masing-masing klub berdomisili.

Hanya saja, pembayaran tersebut baru berlaku satu bulan sebelum dan sampai berakhirnya kompetisi. Artinya, aturan itu bisa diterapkan pada September, karena kompetisi dimulai Oktober mendatang.

“Kalau mencermati SK PSSI yang terakhir, berarti gajinya tetap ikut SKEP48 terdahulu, yakni gaji maksimal 25 persen,” ujar direktur olahraga Persija Ferry Paulus kepada awak media.

Dalam SK sebelumnya PSSI memang mengizinkan klub membayar maksimal gaji 25 persen dari total nilai kontrak yang tertera, sejak Maret hingga Juni karena kompetisi dihentikan dengan status keadaan kahar. Pandemi virus corona yang membuat PSSI mengambil keputusan itu.

Ferry memastikan bila tiba saatnya bakal membayar skuad Persija seperti SK PSSI teranyar. “Kami akan tetap mengikuti SK terbaru itu,” ujar sosok berdarah Manado tersebut.

Supaya tidak timbul masalah soal gaji, Ferry bakal berbicara dengan pasukan Sergio Farias. Ia percaya para pemain Persija dapat menerimanya dengan lapang dada segala keputusan yang diberikan.

“Mungkin dalam waktu dekat kami akan komunikasikan masalah (SK) dengan para pemain,” ucap mantan presiden Persija itu.

Sampai sekarang PSSI belum memberikan detail kompetisi kepada klub, seperti jadwal, regulasi dan lain-lainya. Organisasi yang dipimpin Mochamad Iriawan tersebut masih merumuskannya bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi untuk mendapat keputusan terbaik.

Sejumlah wacana muncul saat kompetisi dihelat. Mulai dari seluruh pertandingan Liga 1 digelar di Pulau Jawa, penghapusan degradasi, regulasi pemain U-20, kenaikan subsidi, hingga pengurangan jatah promosi klub Liga 2 dari tiga menjadi dua di musim ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.