Regulasi Pemain U-20 di Liga 1 & Liga 2 Tunggu Arahan Shin Tae-yong

PSSI belum memastikan regulasi pemain U-20 di lanjutan Shopee Liga 1 & Liga 2 2020. Alasannya, masih menunggu arahan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Surat Keputusan (SK) terbaru bernomor SKEP/53/VI/2020, yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada, Sabtu (27/6/2020), baru sekadar memutuskan kompetisi dilanjut pada Bulan Oktober mendatang. Selain itu, ada pula aturan baru soal besaran nilai kontrak pemain, pelatih, dan staf sebesar 50 persen untuk Liga 1 dan 60 persen atau minimal setara Upah Minimum Regional (UMR) untuk Liga 2.

Belum ada kepastian soal format, lokasi, hingga regulasi U-20 yang sempat diwacanakan. Regulasi U-20 disebut penting diterapkan demi kepentingan Timnas Indonesia U-20 yang akan tampil di Piala Dunia U-20 2021.

Soal itu, PSSI masih menunggu kedatangan Shin Tae-yong ke Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu diharapkan tiba di Indonesia awal Juli nanti.

“Nanti itu akan disesuaikan dengan jadwal kompetisi. Satu-dua hari ini Shin Tae Yong akan memberikan roadmap terbaru. Kami akan sesuaikan sehingga nanti roadmap ada, kepentingan klub juga terakomodasi, kepentingan timnas juga demikian,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, kepada wartawan, Minggu (29/6), malam.

“Shin Tae Yong diharapkan (tiba) pada bulan Juli minggu pertama sudah bisa kembali ke Indonesia. Dalam rapat virtual saya berdua (dengan Shin Tae-yong) itu sudah disampaikan. Jadi kami akan atur jadwal timnas dengan kompetisi yang ada,” ujarnya menambahkan.

Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) yang menjadi wadah para pemain muda juga dipertimbangkan akan bergulir lagi. Kompetisi kelompok usia mulai dari U-16, U-18, dan U-20 itu juga banyak menjadi wadah para pemain Timnas Indonesia U-19 yang bakal menjadi penghuni Timnas Indonesia U-20 nantinya.

Soal ini Iriawan memastikan sudah menggelar diskusi dengan Tim Direktur Teknik PSSI. Apalagi EPA juga sama pentingnya dengan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

“Direktur Teknik, Indra Sjafri sudah berdiskusi tentang itu. nanti panjang lebar kami dalami lagi dengan EPA untuk disesuaikan dengan kompetisi,” tutur mantan Sekretaris Utama Lembaga Pertahanan Nasional itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.