Renegosiasi Gaji Liga 1 Kisaran 50 Persen, Liga 2 Kisaran 60 Persen

PSSI terus mematangkan persiapan melanjutkan kompetisi musim 2020. Kemarin (28/6) Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengeluarkan surat keputusan yang mengatur hal-hal krusial terkait lanjutan kompetisi. Di dalamnya juga ada keputusan resmi bahwa Liga 1 dan Liga 2 akan dijalankan pada Oktober. Sementara itu, Liga 3 menyesuaikan protokol yang diterapkan pemerintah soal pandemi korona.

Dalam Surat Keputusan Nomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020, disebutkan bahwa klub diperbolehkan melakukan kesepakatan ulang atas perubahan nilai kontrak bersama pelatih dan pemain secepatnya. Untuk klub Liga 1, perubahannya pembayaran diperbolehkan maksimal 50 persen. Sedangkan klub Liga 2 maksimal sekitar 60 persen. Kedua maksimal pembayaran itu dengan syarat nilai kontrak baru tidak kurang dari upah minimum regional (UMR) tiap-tiap daerah.

Nah, soal batas waktu, kontrak baru tersebut menurut SK PSSI akan berlaku satu bulan sebelum kompetisi dimulai. Jika sesuai dengan SK, kontrak baru untuk pemain dan pelatih berlaku pada September hingga kompetisi selesai dijalankan. PSSI juga menegaskan, jika ada perubahan nilai kontrak sebelum SK berlaku, kontrak awal antara klub dengan pemain serta pelatih tetap berjalan sesuai biasa.

’’Surat keputusan ini resmi berlaku hari ini (kemarin) dan akan langsung saya kirim kepada klub-klub peserta,’’ kata Iwan Bule –sapaan Mochamad Iriawan– dalam jumpa pers di kantor PSSI tadi malam. SK tersebut juga resmi mengganti SK sebelumnya yang dikeluarkan PSSI Maret lalu.

Iwan Bule tidak menampik memang banyak kritik yang datang kepada PSSI ketika memutuskan melanjutkan kompetisi. Namun, ada beberapa pertimbangan yang sudah dipikirkan matang kenapa kompetisi musim ini tetap harus dilanjutkan. Selain menjalankan amanat kongres PSSI tahun ini, adanya pertandingan lagi bisa digunakan sebagai kampanye bahwa Indonesia sudah belajar lewat sepak bola dalam menghadapi situasi new normal kepada dunia. ’’Kalau tidak sekarang, kapan lagi akan dimulai. Sedangkan semua juga tidak tahu kapan pandemi akan berhenti,’’ paparnya.

Nah, alasan selanjutnya adalah tidak ingin sepak bola Indonesia kembali terpuruk seperti ketika disanksi FIFA. Pria yang pernah menjabat sekretaris Lemhannas itu sadar betul bagaimana hancurnya sepak bola Indonesia saat itu. Karena itu, dia berharap, dengan berputarnya kompetisi, kualitas sepak bola Indonesia bisa tetap terjaga.

Iwan Bule menambahkan, dengan adanya pertandingan sepak bola lagi, roda ekonomi diharapkan bisa berputar kembali. Sebab, banyaknya klub yang berkompetisi pastinya akan membangkitkan lagi ekonomi di beberapa sektor. Mulai hotel, transportasi, hingga UMKM yang bersinggungan langsung dengan sepak bola Indonesia. ’’Tapi tetap harus beriringan dengan protokol kesehatan. Kami juga sudah diskusi dengan Kemenkes soal kemungkinan ada penonton 30 persen, tapi kami masih kaji lagi,’’ katanya.

Alasan terakhir dan yang paling penting terkait SK tersebut adalah untuk timnas. Iwan Bule menuturkan, adanya kompetisi pastinya berdampak positif bagi timnas. ’’Memang ada TC, tapi tentu berbeda dengan kompetisi,’’ ucapnya. Menurut dia, kompetisi bisa membuat performa pemain terjaga.

Selain itu, kompetisi mempermudah bagi pelatih timnas Shin Tae-yong untuk mencari pemain. Artinya, pelatih asal Korea Selatan itu tidak hanya terpaku pada list nama pemain yang ada di database PSSI saat ini. ’’Untuk timnas U-20 juga bagus, karena sebagian besar sudah punya klub di Liga 1 ataupun Liga 2,’’ terangnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menegaskan, apa yang ada di SK tersebut sudah melalui banyak diskusi. Mulai dari pemerintah, FIFA, AFC, hingga stakeholder sepak bola nasional. ’’Jadi, ini sama-sama demi kebaikan sepak bola Indonesia,’’ harapnya.

Setelah ini, pihaknya akan meminta PT LIB untuk kembali berdiskusi dengan klub. Terutama soal jadwal dan format kompetisi. ’’Nanti, mengenai jadwal, format, dan regulasi, akan kami sampaikan dalam SK terpisah,’’ jelasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.