Eks Pelatih PSM Sarankan PSSI Buat Program Standar Baku Pembentukan Timnas Indonesia

Eks pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Umar, menyarankan PSSI membuat program standar pembentukan Timnas Indonesia. Syamsuddin yang pernah menjadi asisten Peter Withe dan Ivan Kolev di Timnas Indonesia ini mengungkapkan empat aspek yang perlu digali bersama secara optimal, yakni kualitas, budaya, etika, dan profesionalisme.

Menurut Syamsuddin, sampai saat ini belum ada konsep yang jelas dan sistematis terkait pembinaan berdasarkan hasil evaluasi serta penyempurnaan berkesinambungan. Itulah mengapa, Syamsuddin berharap direktur teknik, pelatih, dan ilmuwan dan pemerhati sepakbola berkolaborasi membuat penelitian dan pengembangan.

“Mayoritas pelatih asing yang pernah menangani Timnas Indonesia menyebut sepak bola kita punya potensi. Pemerintah pun sudah mengeluarkan Inpres nomor3/2019, tentang percepatan peningkatan sepak bola Indonesia. Jadi apa yang salah dengan sepakbola kita? Inilah yang harus dipikirkan bersama,” ujar Syamsuddin yang pernah membawa PSM meraih trofi juara Perserikatan 1992 dan Liga Indonesia 1999-2000 kepada Bola.com, Sabtu (27/6/2020).

Syamuddin merujuk komentar Peter Withe yang menangani Timnas Indonesia di Piala AFF 2004. Withe yang sukses bersama tim nasional Thailand gagal mengulanginya bersama Indonesia.

Padahal dalam berbagai kesempatan, Withe memuji pemain Indonesia yang dinilai memiliki skill individu dan kecepatan. Belakangan, Withe menyebut pemain Timnas Indonesia tidak punya mental kuat yang membuat tim menjadi solid.

Hal serupa dengan Luis Milla yang datang ke Indonesia dengan prestasi mentereng yang membawa Spanyol juara Piala Eropa U-21 pada 2011. Keluhan Luis Milla hampir sama dengan Withe. Seperti diketahui, kontrak keduanya diputus karena dinilai gagal mewujudkan target yang diemban.

“Saya membaca di berbagai media, Shin Tae-yong yang belum membawa Timnas Indonesia bertanding sudah menilai stamina pemain kita hanya bisa bertahan paling lama 20 menit,” ungkap Syamsuddin yang ketika masih menjadi pemain pernah merasakan sentuhan Wiel Coerver, pelatih legendaris Eropa kala berlatih di Diklat Salatiga.

Peningkatan Kualitas

Syamsuddin kembali menegaskan ia melihat ada yang perlu dibenahi terkait pembentukan Timnas Indonesia. Menurut Syamsuddin, berbagai pernyataan para pelatih asing yang pernah menangani Timnas Indonesia terkesan meremehkan kualitas pemain.

“Ini yang harus kita cermati bersama atau kita memang kurang menerima atau terganggu dengan kehadiran pelatih asing menangani Timnas Indonesia dengan berbagai dalih. Satu diantaranya, percuma mengontrak pelatih asing yang selalu gagal dengan indikatornya pemutusan kontrak,” tegas Syamsuddin yang pernah menjadi birokrat dengan menjabat sebagai Kadispora Sulawesi Selatan ini.

Bagi Syamsuddin, sebenarnya kinerja awal pelatih di seluruh dunia sama saja. Misalnya pada momen awal kepemimpinannya sebagai seorang pelatih. Seorang pelatih dan jajarannya akan mempelajari dan mengamati potensi yang ada di dalam klub atau tim yg akan dilatih.

Mulai dari kualitas dan standart pemain, skill, fisik, visi bermain, fasilitas sarana dan prasarana yg akan digunakan, apakah memadai atau belum. Tak ketinggalan adalah dukungan dari federasi serta jajaran pelatih yang akan mendampingi.

“Hal ini sangat penting untuk menjadi dasar dalam penentuan program atau sasaran yg ingin dicapai. Ini syarat buat meningkatkan prestasi,” pungkas Syamsuddin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.