Anggota Exco Lega PSSI & Shin Tae-Yong Berdamai

Anggota komite eksekutif PSSI, AS Sukawijaya, menyampaikan rasa leganya setelah induk organisasi sepakbola nasional itu dan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong berhasil mengakhiri konflik agar tidak berlarut-larut.

Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan dan Tae-yong telah melakukan diskusi melalui rapat virtual kemarin. Iriawan menyebutkan ada komunikasi yang tersumbat antara PSSI dan Tae-yong, sehingga menimbulkan kegaduhan di publik.

AS Sukawijaya mengatakan, suasana kondusif ini bisa membuat PSSI dan Tae-yong lebih fokus membangun tim nasional. Pria yang akrab disapa Yoyok itu juga menilai Tae-yong sebagai sosok profesional berkaca rekam jejaknya.

“Sebenarnya hasil pertemuan antara Ketum dan Shin Tae-yong bukan hal yang mengejutkan. Saya dari awal sudah menduga ketua umum beserta teman-teman PSSI akan memiliki sifat negarawan yang mementingkan kepentingan bangsa,” ujar anggota Komisi X DPR-RI tersebut.

“Saya cukup mengapresiasi langkah dari ketua umum dan Shin Tae-yong yang ingin kembali fokus membangun timnas demi nama baik bangsa.”

Sebelumnya Tae-yong menyatakan, pembicaraan dengan Iriawan berlangsung hangat. Mantan pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 itu menambahkan, kedua belah pihak juga sepakat ada sedikit perubahan program tim nasional terkait penyebaran virus Corona.

Tae-yong yang sejak 3 April lalu berada di Korsel direncanakan bakal terbang ke Jakarta pada Juli sesuai keinginan Iriawan. Meski berada di Korsel, Tae-yong tetap menjalankan tugasnya dengan memimpin langsung pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-19 yang digelar secara virtual.

Sementara itu, terkait penunjukkan Stadion Manahan di Solo sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 2021, Yoyok meminta agar infrastruktur pendukung bisa siap sebelum akhir tahun ini.

Selain Stadion Manahan, PSSI telah memilih lima venue lainnya, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion I Wayan Dipta Gianyar (Denpasar).

“Pemilihan Stadion Manahan sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa Tengah. Mudah-mudahan bisa siap sebelum awal 2021,” kata Yoyok.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.