Candra Wahyudi Bicara soal Bonek dan Kecintaannya terhadap Persebaya

Persebaya merayakan hari ulang tahun yang ke-93 pada hari ini, Kamis, 18 Juni 2020. Angka tersebut telah menunjukkan usia panjang klub berjulukan Bajul Ijo itu dengan segala dinamika dan pasang-surut prestasi yang dialami. Candra Wahyudi, sang manajer klub, bercerita soal kecintaannya terhadap tim kebanggaan Bonek itu.

Persebaya pernah mengalami momen kegetiran dengan terjadinya dualisme pada sejak 2011. Bahkan, mereka juga sempat tidak diakui sebagai anggota PSSI. Tapi, suporter Bonek tetap memberi dukungan untuk Persebaya.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, angkat bicara soal loyalitas Bonek yang berpengaruh besar terhadap klub asal Kota Pahlawan tersebut. Sejak sebutan itu muncul pada 1980-an, Bonek banyak melahirkan cerita yang meramaikan khasanah sepak bola nasional.

“Bonek ada di mana-mana. Setiap kali mendampingi Persebaya bertandang, saya bertemu fans yang selalu datang. Di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua. Tidak pernah absen,”

“Kadang mereka sudah ada sebelum tim tiba. Kadang laga tandang pun berasa kandang karena kehadiran Bonek yang lebih banyak ketimbang pendukung tuan rumah,” kata Candra seperti dilansir oleh situs resmi Persebaya.

Berangkat dari Wartawan

Pria berusia 43 tahun itu melewati masa mudanya dengan menikmati sepak bola nasional. Candra merupakan putra asli Bojonegoro, Jawa Timur. Kariernya dimulai dengan menjadi seorang jurnalis di sebuah media cetak yang berbasis di Surabaya.

Sebagai pewarta, Candra cukup mengikuti perkembangan Persebaya, termasuk saat menjuarai Divisi I 2003 yang dilanjutkan dengan menjadi kampiun Divisi Utama 2004. Kariernya melesat sebagai Direktur Tim Persebaya mulai 2017.

Pada tahun itu, Persebaya kembali menjadi anggota PSSI dan diberi kesempatan tampil di kasta kedua, Liga 2 2017. Sebagai Direktur Tim, Candra punya andil membawa Bajul Ijo menjuarai kompetisi tersebut sekaligus tiket promosi ke Liga 1 2018.

Nah, mulai pertengahan 2018 ini, Candra menjabat sebagai manajer tim Persebaya hingga sekarang. Selama menghuni posisi itu, dia banyak bertemu dengan Bonek yang rela melakukan apa saja demi menyaksikan klub kebanggaannya berlaga.

“Banyak cara untuk mengekspresikan cinta kepada klub pujaan. Banyak alasannya pula. Dari yang rasional sampai nggak masuk akal. Dari cara-cara biasa sampai yang gila! Dari yang tidak pernah terbayang di mata sampai yang ternyata benar-benar ada. Wong namanya cinta,” ujar Candra.

Kagum pada Bonek

Pria lulusan Universitas Brawijaya itu juga menjadi saksi kenekatan Bonek dalam memberi dukungan untuk Persebaya. Bonek selalu bertandang ke markas lawan, meski mereka mendapat larangan dan tidak mendapat jatah tiket. Itu sudah terjadi berulang kali.

“Suporter Persebaya selalu ada bahkan di stadion-stadion yang secara de jure tidak boleh mereka datangi. Bisa karena status pertandingannya yang tanpa penonton atau karena memang ada larangan datang dengan alasan keamanan,” tutur Candra.

“Saya yakin ada lebih banyak cerita lain. Banyak cara lain untuk mengekspresikan cinta kepada klub pujaan. Persebaya memang tidak untuk diperdebatkan, tapi untuk dicintai. Selamat mencintai Persebaya. Selamanya,” pungkasnya.