Pelatih Arema FC Bicara Soal Negosiasi Kontrak

Peluang Liga 1 2020 dilanjutkan kembali setelah terhenti sementara akibat pandemi virus Corona membuat manajamen klub harus siap menegosiasi ulang kontrak pemain, pelatih, dan ofisial tim.

Hal itu diungkapkan Mario Gomez. Pelatih Arema FC ini masih berada di Indonesia bersama tiga pemain asing asal Amerika Latin lainnya, yakni Matias Malvino, Alias Alderete, dan Jonathan Bauman.

Gomez merasa senang Liga 1 akan digulirkan kembali pada September. Menurutnya, rentang kompetisi yang panjang membuat Liga 1 kemungkinan baru berakhir sekitar Juni. Hal itu tentunya berpengaruh terhadap kontrak pemain dan pelatih. Kontrak Gomez bersama Arema akan berakhir Desember.

“Baru-baru ini telah diputuskan September akan segera bergulir lagi,” ujar Gomez dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Canal 2 Jujuy yang dialihbahasakan jurnalis Goal Indonesia Alvino Hanafi.

“Setelah berganti format (waktu) ada kemungkinan liga akan selesai pada Juni dari yang semula selesai September atau Desember bila sesuai jadwal. Tentu akan mendapat kesepakatan [kontrak] baru.”

Gomez bersama ketiga pemain asing Arema sebelumnya sempat ingin pulang ke negaranya masing-masing untuk berkumpul dengan keluarga setelah kompetisi dihentikan sementara akibat pandemi virus Corona.

Gomez mengungkapkan, kebijakan pemerintah Indonesia yang akan menerapkan tatanan kehidupan baru berdampingan dengan virus Corona membuat kota Malang mulai menggeliat. Hal itu berbeda jauh dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Karantina memaksa kami di rumah saja, dan selama beberapa hari kami tidak diperkenankan pergi ke mana-mana. Tapi di sini tidak ada kewajiban untuk karantina, semua dilakukan secara sukarela,” tutur Gomez.

“Tapi sekarang semuanya telah dibuka lagi, dan mobilitas masyarakat hampir normal, karena tempat seperti restoran hanya buka sampai jam 8 malam. Di Indonesia, masyarakatnya selalu tersenyum, baik di saat ada masalah atau tidak. Itu yang saya suka dari negara ini.”

Sebelumnya, manajemen Arema merasa senang kompetisi bisa digulirkan kembali. Apalagi dikabarkan setiap klub bakal mendapat subsidi Rp800 juta. Manajer umum Ruddy Widodo menyebutkan bakal menegosiasi kontrak pemain dan pelatih.

“Untuk subsidi, dikatakan kurang, ya, pasti kurang. Di masa normal saja klub-klub merugi. Tapi itu inisiatif yang bagus, karena setidak-tidaknya mengurangi kerugian,” kata Ruddy.