Kiper Persija Sempat Ikut Akademi Bulutangkis dan Jadi Atlet Basket

Kiper Persija Jakarta, Shahar Ginanjar mengaku olahraga pertama yang digeluti saat masih muda bukanlah sepak bola. Sebaliknya, pemain kelahiran Purwakarta, Jawa Barat itu menekuni olahraga tepok bulu atau dikenal dengan bulutangkis.

Shahar menjelaskan, dirinya sempat masuk sekolah bulutangkis di Puwakarta. Namun, karena olahraga tersebut kurang populer di kampung halamannya, ia lantas memutuskan pindah haluan dan serius menekuni sepak bola.

“Justru di awal saya minat ke bulutangkis dan sempat masuk sekolah bulutangkis di Puwakarta. Akan tetapi karena pikiran saya bulutangkis di daerah saya tidak akan maju, maka dari itu saya akhirnya memutuskan untuk pindah ke sepak bola. Kini bulutangkis jadi hobi saja,” tuturnya.

Selain bulutangkis, Shahar rupanya pernah menjajal olahraga lain yakni basket. Pemain 30 tahun itu mengaku menjadi atlet andalan di sekolahnya, apalagi ditunjang kondisi fisik yang ideal.

“Saya juga sempat menggeluti basket. Waktu sekolah dulu dari SMP hingga SMA sempat rutin jalani basket hampir enam tahunan. Kebetulan tinggi badan juga mendukung,” ujarnya.

Keputusan Shahar untuk serius menggeluti sepak bola terbukti tepat. Berawal direkrut untuk memperkuat Pelita Jaya Karawang U-21, ia perlahan menjelma jadi salah satu kiper sukses di Indonesia.

Shahar telah meraih beberapa gelar bergengsi yakni dua juara liga bersama Persib Bandung (2014) dan Persija Jakarta (2018), serta satu kali juara turnamen Piala Jenderal Sudirman bersama Maung Bandung di tahun 2015.