Yeyen Tumena: Kurva Covid-19 di Indonesia Belum Melandai, tapi Sepak Bola Harus Tetap Menghidupi

Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia ( APSSI) mendukung wacana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melanjutkan kompetisi musim ini meski kurva Covid-19 di Indonesia belum melandai.

PSSI memberikan opsi kepada klub Liga 1 dan Liga 2 bahwa musim kompetisi 2020 dilanjutkan pada September atau Oktober.

“Kami mengapresiasi langkah PSSI melanjutkan kompetisi,” kata Ketua APSSI Yeyen Tumena dalam virtual pressconference yang juga diikuti Kompas.com pada Kamis (4/6/2020).

“Kami serahkan kepada PSSI dan PT LIB, apakah kompetisi dilanjutkan September atau Oktober,” ujar Yeyen.

Kendati demikian, itu bukan keputusan akhir. PSSI akan menggelar rapat lagi dengan para Komite Eksekutif (Exco) mereka untuk “mengetok palu”.

APSSI melanjutkan, kompetisi harus dilanjutkan meskipun kurva Covid-19 di Indonesia belum melandai.

“Di Jerman, Spanyol, dan Italia, kasus Covid-19 lebih besar ketimbang di Indonesia,” kata Yeyen Tumena.

“Namun mereka berani melanjutkan kompetisi. Sepak bola Indonesia harus menerima tantangan itu,” ujar mantan bek timnas Indonesia itu.

Yeyen Tumena, sepak bola juga harus “memberi makan” banyak orang.

“PSSI juga tahu, kompetisi harus tetap menghidupi. Siapa yang memberi makan pelatih dan pemain?” ucap dia.

“Oleh karena itu, APSSI mendorong PSSI untuk melanjutkan kompetisi,” kata dia.

Hal yang sama juga diutarakan anggota APSSI, Bambang Nurdiansyah.

Eks pelatih PSIS Semarang itu mengatakan, ia tidak mau melihat sepak bola Indonesia mati suri.

“Sepak bola jangan mati suri, saya pikir,” ujar pria yang akrab disapa Banur itu.

“PSSI sudah menyiapkan protokol kesehatan, sepak bola bisa berjalan dengan baik lagi,” ucap Banur.

Sementara itu, pelatih Madura United yang juga merupakan anggota APSSI, Rahmad Darmawan, ikut mendukung wacana PSSI melanjutkan Liga 1 2020 pada September atau Oktober.

Dengan catatan, ada protokol kesehatan yang jelas.

“APSSI mendukung kompetisi dilanjutkan, dengan catatan protokol kesehatan,” ucap dia.