PSIS Berharap Pembiayaan Liga 1 2020 di Masa New Normal Ditanggung PSSI

PSIS Semarang berharap PSSI menanggung pembiayaan jika kompetisi dalam penerapan new normal jadi digulirkan. Wacana menggulirkan kembali kompetisi sepak bola Indonesia sampai kini masih dibahas oleh PSSI.

Berdasarkan hasil rapat virtual seluruh elemen sepak bola baik klub maupun federasi belum lama ini, ada wacana tetap melanjutkan pertandingan di tengah pandemi COVID-19.

Beban pembiayaan yang tidak sedikit juga wajib dikeluarkan untuk menggulirkan kembali kompetisi. Perinciannya antara lain biaya operasional tim, jaminan kesehatan seluruh pemain serta elemen di sepak bola dalam kompetisi.

“Kami sebenarnya ingin kompetisi berhenti, pertimbangannya yang pertama adalah protokol kesehatan. Kedua sistem regulasinya bagaimana, dan jika memang kompetisi Liga 1 2020 tetap harus berjalan PSIS minta semua biaya ditanggung PSSI,” tutur General Manager PSIS Semarang, Wahyu ‘Liluk’ Winarto, Kamis (4/6/2020).

“Terutama beban pembiayaan yang harapannya tetap menjadi tanggungan PSSI. Mulai dari biaya operasional, jaminan kesehatan, tes swab, serta subsidi bagi klub minimal Rp1,5 miliar,” imbuh dia.

Menurutnya, jika biaya-biaya tersebut masih dibebankan kepada klub, termasuk PSIS Semarang, jelas sangat menyulitkan. Seperti diketahui, klub sedang sulit mendapatkan pemasukan dalam situasi seperti ini. Apalagi tidak ada penonton di stadion ketika kompetisi bergulir nantinya.

Pertimbangan Matang

Pria yang akrab disapa Liluk ini menambahkan PSIS perlu kembali mempertimbangkan dengan sangat matang, sebelum memutuskan melanjutkan kompetisi berjalan di tengah pandemi COVID-19.

Dia menyebut kasus wabah virus corona yang tidak bisa diprediksi seharusnya menjadi bahan pemikiran. Apalagi ini menyangkut kesehatan dan keselamatan pemain, pelatih, ofisial, sampai perangkat pertandingan.

“Sampai saat ini kami juga masih punya tanggungan membayar gaji pemain 25 persen. Berat jika klub masih ikut membiayai kompetisi nanti,” jelas Liluk.