Liga 1 Bergulir September di Pulau Jawa, ini Kata Pelatih Barito Putera

Pelatih Barito Putera Djajang Nurdjaman menyambut baik wacana bergulirnya kembali Liga 1 2020 yang telah ditangguhkan sejak Maret silam, karena pandemi virus corona (COVID-19).

Kompetisi rencananya akan kembali bergulir pada September mendatang dimulai dengan Liga 1.

Hal itu tertuang dalam rapat virtual diselenggarakan PSSI dengan perwakilan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 pada Selasa (2/6/2020).
PSSI bertukar pikiran untuk mencari solusi terkait kelanjutan kompetisi di Tanah Air.

“Soal dilanjutnya kompetisi tentunya ini memang harapan semua pelaku sepakbola baik pemain maupun pelatih,” ucap Djanur sapaan Djadjang dihubungi banjarmasinpost.co.id Rabu (3/6/2020) pagi.

Namun Djanur meminta agar pemangku kebijakan harus benar-benar memikirkan situasi dan kondisi soal pendemi virus yang berasal dari Tiongkok ini.

“Cuma sekali lagi kembali kepada sikon soal pandemi ini apakah nanti di Agustus sudah betul betul melandai?” kata mantan pelatih Persib Bandung dan Persebaya Surabaya ini.

Pelatih berusia 61 tahun ini menambahkan kalau juga pendemi corona masih terjadi tentu akan masih sangat riskan karena bagaimanapun kesehatan dan keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas.

Pria asal Majalengka, Jawa Barat ini menambahkan jika tetap digelar maka dia akan tetap mengikuti protokol kesehatan yang disiapkan.

Lalu jika Komletisi bergulir September kapan Barito Putera akan memulai persiapan, Djanur menjelaskan kemungkinan akan mengumpulkan para pemain timnas sekarang atau pada Agustus nanti.

“Awal agustus harus sudah mulai latihan pemain,” ujar kakek empat cucu ini.

Mengenai tempat pemusatan latihan yang akan dilakukan tim Barito Putera, Djanur akan melihat lebih dahulu di daerah mana komletisi akan digelar.

“Idealnya sudah mendekat ke tempat yang akan menjadi venue tapi tergantung management,” sambung dia.

Dalam liga 1 nanti wacana degradasi juga ditiadakan dan musim depan klub liga 1 bertambah jadi 2 karena musim ini liga 2 akan ada promosi dua tim, Djanur mengatakan sangat mendukung bila tahun 2021 kompetisi diikuti 20 klub.

“Di negara maju sepakbolanya juga peserta kompetisinya 20 klub , asal format nya sama seperti yang sekarang jangan diubah lagi,” sebut dia

Djanur juga masih menunggu format kompetisi yang diterapkan pada september nanti sehingga semua bisa disusun jadwal pastinya.

Seperti yang diketahui, PSSI sudah mengeluarkan poin-poin usulan yang intinya Liga akan digelar September 2020, namun belum dijelaskan secara rinci bagaimana formatnya.

Kompetisi bergulir menyesuaikan dengan kenormalan baru, sehingga akan diterapkan protokol kesehatan.

Liga 1 akan memberlakukan skema sentralisasi wilayah.

Jadi, setiap pertandingan Liga 1 akan terpusat di Pulau Jawa.
Setiap klub juga akan mendapatkan subsidi tambahan sebesar Rp 800 juta.

Selain itu, Liga 1 tidak akan menerapkan degradasi pada musim ini.
Akan tetapi, promosi tetap diberlakukan hanya kuotanya dikurangi jadi dua dari sebelumnya tiga.

Sebanyak dua klub akan promosi dari Liga 2, sehingga Liga 1 musim depan akan diikuti 20 klub.