Haruna Soemitro: Jika Liga 1 Lanjut demi Piala Dunia U-20, Lebih Baik Gelar Liga U-19

PSSI berencana melanjutkan Shopee Liga 1 2020, salah satunya demi menyambut Piala Dunia U-20 2021. Direktur Madura United Haruna Soemitro punya usulan lain.

Sedari awal Madura United melalui Haruna Soemitro memang tegas menolak wacana melanjutkan kompetisi. Ia bahkan pernah mengutarakan niatnya untuk tak menyertakan Madura United andai kompetisi dilanjutkan.

Baginya kesehatan dan keselamatan harus jadi prioritas dalam kondisi pandemi virus corona. Ia juga tak ingin mendapat masalah terkait masalah gaji pemain dan ofisial.

Sementara PSSI punya alasan dalam rencananya melanjutkan kompetisi. Salah satunya agar persiapan Timnas Indonesia U-19 bisa maksimal sebelum tampil di Piala Dunia U-20 2021 yang akan digelar di Tanah Air tahun depan.

Nah, Haruna menilai alasan itu tak tepat. Ia mengusulkan lebih baik PSSI menggulirkan kompetisi U-19 saja ketimbang melanjutkan Liga 1 2020.

“Kalau ujungnya itu (demi Timnas Indonesia U-19) gelar saja turnamen khusus Elite Pro Academy usia 19. Datangkan juga pelatihnya untuk memantau. Itu lebih simpel,” kata Haruna kepada wartawan.

“Karena kompetisi itu jelas regulasi dan statutanya dan sekarang belum mengadopsi situasi pandemi, akan kompleks masalah manajemen resikonya. Pokoknya, Madura tidak kompeten menjawab itu,” ujarnya menambahkan.

Pria yang juga anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu juga enggan berandai-andai kemungkinan terburuk saat Madura pada akhirnya terpaksa ikut kompetisi. Misalnya menurunkan khusus pemain U-19 di Liga 1 mendatang.

Ia juga tak tergiur dengan janji kenaikan nilai subsidi. PSSI janjikan subsidi sebesar Rp 800 juta per termin atau naik Rp 280 juta dari kesepakatan awal.

“Menurunkan pemain muda lebih tidak masuk akal. Dimana atmosfer persaingannya dan apakah bisa menjual ke sponsor?” tutur Haruna.

“Soal kenaikan subsidi, Madura juga tidak kompeten menanggapi itu karena sudah pasti kami tak akan ikut,” ucapnya mengakhiri.