Arema FC Sudah Membahas Renegosiasi Kontrak Pemain dan Pelatih

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru berencana memutar kembali kompetisi musim 2020 pada September dan Oktober mendatang. Namun, tentu masih banyak hal yang perlu dilakukan, termasuk oleh klub peserta. Arema FC bahkan sudah memulai langkah dengan melakukan penjajakan renegosiasi kontrak pemain dan pelatih.

Arema FC berstatus masih menunggu keputusan akhir dari federasi, termasuk terkait renegosiasi kontrak yang sudah sempat diusulkan melalui rapat virtual antara PSSI dan klub.

“Kami masih menunggu keputusan dari federasi terkait renegosiasi kontrak ini. Nanti akan ada batasan berapa gaji yang harus dibayarkan, tidak akan 100 persen seperti saat waktu normal. Pasti ada penyesuaian, mungkin bisa 50 persen gaji dalam lanjutan kompetisi musim ini,” ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Tentunya besaran gaji itu masih menunggu keputusan PSSI. Namun, manajemen Arema sudah melakukan pembicaraan dengan semua pemain terkait rencana penyesuaian gaji ini.

“Sebenarnya bukan renegosiasi kontrak. Mungkin lebih tepatnya negosiasi gaji yang dibayarkan setiap bulannya dan ada penambahan durasi. Kompetisi ini kemungkinan berakhir pada April tahun depan. Kami sudah berkomunikasi dengan pelatih dan pemain tentang hal ini. Insyaallah mereka bisa menerima,” ungkap Ruddy Widodo.

Pemain dan pelatih Arema pun masih menunggu kepastian dari PSSI terkait batasan gaji. PSSI juga menampung usulan dari asosiasi pemain dan pelatih di Indonesia.

“Kalau pembicaraan informasi sudah kami lakukan dengan pemain lokal, sedangkan pemain asing melalui agennya sudah kami sampaikan. Hanya tinggal Oh In-kyun dan Matias Malvino yang belum karena mereka pulang ke negara masing-masing. Komunikasinya nanti lewat agen mereka,” ujarnya.

Arema juga masih menunggu kapan batasan gaji tersebut akan ditetapkan oleh PSSI. Mereka ingin segera menyusun rencana keuangan untuk ke depannya. prediksinya, renegosiasi kontrak itu sudah bisa dilakukan pada Agustus mendatang.

“Intinya jangan ada anggapan klub lebih diuntungkan. Apalagi subsidi naik dari 500 ke 800 juta rupiah. Banyak pemasukan yang juga menyusut. Belum dipastikan juga nanti apakah pertandingan awal dengan penonton atau tidak. Klub masih rugi dengan kondisi seperti itu. Namun, kami sepakat kompetisi harus dilanjutkan,” ujar General Manager Arema FC itu.

Menunggu Aturan Tambahan terkait Gaji Juli 2020

Selain menunggu batasan renegosiasi kontrak, ada hal lain yang masih berkaitan dengan jai yang tengah ditunggu oleh Arema FC. Batasan gaji Juli 2020 juga tengah dipikirkan.

Seperti sudah diketahui, sejak kompetisi berhenti, PSSI membuat keputusan jika klub wajib membayar gaji pemain dan pelatih sebesar maksimal 25 persen pada pariode Maret hingga Juni.

“Sekarang yang menjadi pertanyaan, Juli akan seperti apa. Kompetisi belum berjalan, tim juga masih belum beraktivitas,” ujar Ruddy Widodo.

Dari perbincangan informal peserta Liga 1, kabarnya mayoritas tim baru melakukan persiapan akhir Juli atau Agustus mendatang. Waktu satu bulan untuk latihan dianggap sudah cukup untuk melanjutkan kompetisi lagi. Artinya, kemungkinan bulan depan pemain dan pelatih Arema serta klub lainnya masih menerima 25 persen gaji.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pelatih, Mario Gomez. Menurutnya, sebulan sudah cukup. Ini demi mengembalikan kondisi pemain. Bukan membentuk tim baru lagi,” jelasnya.