Soal Kelanjutan Liga 1 dan Liga 2, Menpora Ingatkan Protokol Kesehatan

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, memberi peringatan ke PSSI terkait kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020.

Saat ini, status Liga 1 dan Liga 2 2020 masih ditunda sejak pertengahan Maret.

Dalam sepekan terakhir, PSSI sudah dua kali mengadakan rapat dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB), tim peserta Liga 1, dan Liga 2 untuk membahas kelanjutan kompetisi.

Hasil dari dua rapat itu menghasilkan tiga rekomendasi, yakni kompetisi dihentikan, dilanjutkan pada September atau Oktober, atau membuat turnamen pengganti.

Meski demikian, hingga saat ini, masih belum ada keputusan.

Menanggapi hal ini, Zainudin Amali memastikan Kemenpora akan mendukung apabila setiap pihak bersemangat melanjutkan kompetisi.

“Saya kira, kami tidak ada masalah kompetisi dilanjutkan. Menurut saya, sepanjang itu sudah hasil kesepakatan PSSI, PT LIB, dan klub-klub yang ada, kami mendukung,” kata Zainuddin Amali dikutip dari BolaSport.com.

Meski mendukung, Zainudin Amali mengingatkan PSSI terkait protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona.

Zainudin Amali menyebut PSSI harus membuat protokol kesehatan khusus yang akan diterapkan ketika kompetisi kembali bergulir.

“Belum (koodinasi dengan PSSI soal protokol kesehatan-red) paling kami akan berikan panduan secara umum,” ucap Zainudin Amali.

“Bagaimana pengaturannya kan mereka yang paling tahu, seperti latihan harus gimana, kemudian di rumah atau dari mana pemain sudah pakai seragam latihan dan kembali ke loker jangan ke mana-mana,” ujar Zainudin Amali.

“Pokoknya jangan sampai ada kasus-kasus penularan baru,” tutur Zainudin Amali.

Mengenai protokol kesehatan, PSSI melalui Plt Sekjen, Yunus Nusi, memastikan federasi sudah membuat rancangan.

Yunus Nusi menyebut PSSI dalam waktu dekat akan membagikan dokumen protokol kesehatan tersebut setelah memberi pengumuman terkait kelanjutan kompetisi.

Tidak hanya itu, Yunus Nusi juga menyatakan semua tim Liga 1 dan Liga 2 sepakat untuk melanjutkan kompetisi.

Hanya, terkait regulasi baru seperti format kompetisi, sistem degradasi dan promosi, hingga kebijakan subsidi tim masih belum ditentukan.

Yunus Nusi menyebut semua itu akan dirapatkan terlebih dahulu dalam rapat dengan Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

PSSI dikabarkan tidak ingin agenda sepak bola berhenti total dengan pertimbangan perkembangan timnas Indonesia.

Hal itu tidak lepas dari agenda timnas senior yang akan mengikuti Piala AFF pada November 2020 dan status Indonesia selaku tuan rumah Piala Dunia U20 2021. (Ibnu Shiddiq NF)