Persita Tangerang Minta PSSI Cari Zona Hijau Saat Liga 1 Dilanjutkan

Manajer Persita Tangerang I Nyoman Suryanthara, menginginkan PSSI tak sembarangan menunjuk lokasi saat Liga 1 kembali bergulir. Daerah di sekitar tempat pertandingan mesti terbebas dari virus corona.

Sampai sekarang PSSI belum memutuskannya. Namun, berdasarkan rapat virtual dengan klub Liga 1 dan 2, Selasa (2/6), kompetisi akan dilanjutkan dengan format sentralisasi wilayah.

Pulau Jawa, dipilih untuk menggelar seluruh pertandingan Liga 1 2020. Bila tidak ada kendala kompetisi kasta teratas tanah air tersebut dimulai pada September mendatang.

Penyebaran virus corona di pulau Jawa memang berbeda-beda. Setiap wilayah tidak semuanya sudah zona hijau karena masih ditemukan pasien yang terifeksi virus tersebut dengan jumlah yang tinggi.

“Bagi kami kalau harus jalan bulan September harus mencari tempat yang paling aman. Meski pun protokol kesehatan sudah disiapkan, tetapi tidak ada yang bisa menjamin di pertandingan,” kata Suryanthara saat dihubungi awak media.

Selain itu, PSSI juga berencana menambah subsidi kepada klub Rp800 juta saat Liga 1 digelar. Suryanthara pun menyambut positif bila federasi sepakbola nasional tersebut benar merealisasikannya.

“Mungkin masalah subsidi itu dinaikkan, soalnya pertandingan rencana digelar tanpa penonton. Mungkin bisa meringankan beban klub,” ujarnya.

Selain itu, kabarnya tidak ada klub yang terdegradasi dari Liga 1. Dalam waktu dekat ini PSSI akan menggelar rapat komite eksekutif (Exco), untuk memberikan keputusan final terkait kompetisi.

Kompetisi tanah air dihentikan dengan status force majeure sejak Maret lalu, karena pandemi virus corona. Selama terhenti PSSI, mengizinkan klub membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial 25 persen dari yang tertera dikontrak.