Kondisi Tim dan Sponsor Sama-sama Berat, Madura United Dilema

Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq, mengakui pihaknya mengalami dilema dalam melakukan negosiasi dengan sponsor.

Di satu sisi, mereka membutuhkan kerja sama dengan sponsor, tetapi di sisi lain ada rasa empati yang sama dirasakan sebagai sesama perusahaan.

Ziaul Haq mengatakan, kondisi pihak sponsor tidak kalah beratnya dengan kondisi Madura United saat ini.

Namun, Madura United berusaha agar hubungan baik ini tetap terjaga, salah satunya dengan cara melakukan negosiasi-negosiasi agar ditemukan titik temu setiap masalah yang dihadapi.

Salah satunya adalah masalah pembayaran gaji pemain pada bulan lalu.

“Semua berat, kami pun bernegosiasi dengan sponsor untuk pembayaran gaji yang menjadi kewajiban kami sesuai dengan surat keputusan PSSI,” kata Ziaul Haq kepada Kompas.com.

“Alhamdulillah Madura United sudah memenuhi hak pemain dan juga kami majukan bahkan,” kata Ziaul Haq.

Namun, di balik itu, ada rasa dilema yang besar dirasakan.

Madura United tidak bisa menutup mata dengan kondisi perusahan sponsor yang ikut merasakan dahsyatnya guncangan ekonomi.

“Ada sponsor yang bilang sudah pailit (kesulitan membayar utang), ada pula sponsor yang sudah melakukan PHK sebagian karyawannya. Tidak tambah berat sponsor? Kan kasihan juga,” ucap pria yang biasa disapa Habib itu.

Ini menjadi salah satu alasan di balik keukeuh-nya Madura United ingin kompetisi Liga 1 2020 dihentikan, dengan harapan seluruh pihak bisa fokus untuk menyehatkan kembali kondisi masing-masing.

Namun, Ziaul Haq memastikan hubungan manajemen Madura United dengan pihak sponsor sejauh ini masih terjalin dengan sangat baik, walaupun diakui tidak mudah.

“Kalau sponsor kami terus bernegosiasi, entah itu untuk kegiatan turnamen atau kegiatan yang di kompetisi 2021. Sejauh ini so far so good, tetapi tidak maksimal, ya karena keadaan,” katanya.