Tiada Kompetisi Bola, Apa Kabar Stadion Surajaya Markas Persela?

Ketiadaan kompetisi sepakbola di tengah pandemi juga berimbas ke Stadion Surajaya Lamongan, markas klub Shopee Liga 1 2020 Persela Lamongan.

Sejak ditangguhkannya Shopee Liga 1 2020, Stadion Surajaya Lamongan memang harus mengalami penyesuaian, walaupun tanpa mengabaikan kondisi lapangan. Di antaranya menurunkan intensitas perawatan stadion.

Menurut Kasi Pengendali dan Perawatan Sarpras Dispora Lamongan Sahlul Muarikh, Dispora Lamongan melakukan itu agar biaya perawatan tidak membengkak.

“Untuk pemeliharaan rumput stadion memang ada perbedaan, karena kita juga mengikuti dengan anggaran yang kita punya,” kata Sahlul Muarikh.

Sahlul menyebut, penurunan intensitas perawatan dimulai dari pemotongan rumput yang hanya dilakukan dalam waktu 10 hari atau 14 hari sekali sejak kompetisi dihentikan. Saat ada kompetisi, kata Sahlul, pihaknya melakukan pemotongan sampai 3-4 hari sekali.

“Kalau seperti kondisi normal, kita tidak mampu dari segi biaya, karena tidak ada pertandingan, sehingga tidak ada pemasukan.”

Sahlul menambahkan, pemotongan rumput juga dilakukan dengan cara biasa sehingga pola kotak-kotak di lapangan kini tidak lagi terlihat. Sahlul memastikan pola rumput Stadion Surajaya akan dikembalikan ketika ada kepastian bergulirnya kompetisi.

“Insya allah enggak rusak, karena kita peralatannya juga memenuhi. Kemudian kalau nanti kita sudah dapat kabar kepastian pertandingan atau kompetisi lain segera dimulai, insya allah kita akan bertahap mengembalikan pola seperti semula. Teknik pemotongan dan teknik membuat pola kita sudah tahu.”

Lebih jauh, Sahlul menjelaskan, saat ini yang menjadi prioritas perawatan adalah menjaga kualitas tanah agar terhindar dari serangan Uret yang menyerang akar rumput dan dapat menggemburkan tanah.

“Perawatan tanah tetap menjadi prioritas, supaya tanah itu tidak sampai terkena penyakit, jangan sampai ada uret dan penyakit lain yang mengganggu tanah, agar kepadatannya tetap normal, nggak ada masalah,” terangnya.

Untuk pemupukan rumput Stadion Surajaya, lanjut Sahlul, mereka tetap melakukannya secara rutin meskipun kompetisi tidak bergulir. “Kita tidak berani kalau tidak dipupuk. Pemupukannya tetap satu bulan sekali,” jelas Sahlul.

(krs/cas)