PSSI Mesti Detail Menyiapkan Protokol Kesehatan

CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin, merespons kemungkinan Liga 1 dilanjutkan pada September mendatang. Ia ingin PSSI, memberikan detail protokol kesehatan untuk menjaga klub dari infeksi virus corona.

Kemungkinan Liga 1 kembali digelar muncul saat PSSI menggelar rapat virtual dengan klub, Selasa (2/6). Seluruh pertandingan akan dilaksanakan di pulau Jawa dengan skema home tournament.

Tak hanya itu saja, PSSI juga bakal menaikkan subsidi klub menjadi Rp800 juta. Upaya ini untuk meringankan beban klub karena kemungkinan pertandingan digelar tanpa penonton.

“Kalau Liga 1 masih mau tetap berjalan, perlu dipikirkan bagaimana latihan tim, bagaimana proses berpindah tempat, bagaimana nanti setelah berada di lapangan,” kata Munafri.

“Yang paling penting adalah protokol kesehatan yang harus jelas, detail, dan semua elemen sepakbola harus tunduk pada protokol kesehatan yang dibuat nanti. Misalnya kalau ada satu pemain saja yang positif terinfeksi virus corona, tentu perlu dipertimbangkan apakah satu tim harus dikarantina atau bagaimana,” Munafri menambahkan.

Munafri, melanjutkan tidak masalah bila Liga 1 dilaksanakan di pulau Jawa. Banyak stadion yang bisa digunakan untuk menggelar pertandingan dengan akses yang memadai.

“Pertimbangan dipusatkan di Pulau Jawa karena infrastuktur di Pulau Jawa lebih memadai, begitu pula transportasi darat yang tidak memakan biaya bisa dilakukan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini PSSI akan mengeluarkan keputusan nasib kompetisi tanah air yang sudah dihentikan sejak Maret lalu. Federasi sepakbola nasional tersebut bakal terlebih dahulu melaksanakan rapat komite eksekutif (Exco).

“Semua aspek harus dipikirkan karena sepakbola sendiri sudah menjadi industri, begitu juga di Indonesia. Keputusan yang muncul harus benar-benar dibuat dengan cermat supaya tidak ada konsekuensi yang muncul begitu keputusan sudah diambil,” ujarnya.