Lompatan Tinggi Dedik Setiawan dari Pemain Tarkam ke Timnas Indonesia

Kerja keras tidak pernah menghianati hasil, itulah perumpamaan yang cocok menggambarkan perjalanan karier penyerang Arema FC, Dedik Setiawan.

Kerja keras mampu mengangkat status Dedik Setiawan dari seorang pemain sepak bola antar kampung (tarkam) ke timnas Indonesia. Hebatnya, perubahan itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun saja.

Bakat sepak bola Dedik Setiawan sebenarnya sudah terendus sejak masih belia.

Pada 2013, Dedik sudah mewakili Kabupaten Malang dan berhasil menjadi juara di Porprov Banyuwangi.

Capaian tersebut membuat Persekam Metro FC mengajak dia bergabung.

Meskipun sudah menjadi pemain profesional, saat itu Dedik masih sering bermain dari kampung ke kampung.

Itu dia lakukan untuk mencari tambahan uang di tengah banyaknya waktu libur kompetisi maupun sekadar menjaga kondisi.

Karier Dedik mulai berubah sejak bergabung ke Arema FC pada 2016.

Kariernya terus melesat hingga akhirnya ia dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.

Kesempatan tersebut membuat mimpi pemain asal Kabupaten Malang itu menjadi kenyataan.

Sebab, beberapa tahun lalu, Dedik masih menjadi pemain antar kampung yang cuma bisa mendukung timnas disudut-sudut desa tempat dia tinggal.

“Yang pastinya bersyukur, tidak menyangka juga bisa terpanggil untuk membela timnas. Walaupun sampai sekarang belum bisa mencetak gol,” kata penyerang Arema FC itu saat bincang-bincang bersama Dokjreng FC di Live Instagram.

“Tapi yang paling penting, saya bersyukur bisa membela negara karena semua pemain cita-cita nomor satu membela negara,” ujar dia menambahkan.

Dedik Setiawan berbagi tips kepada pemain-pemain muda yang ingin tahu rahasia kesuksesannya.

“Latihannya harus teratur, jaga kondisi, disiplin waktu, disiplin makanan, istirahat yang cukup, dan menambah latihan sendiri di rumah. Vitamin juga jangan lupa, serta mencukupi kebutuhan nutrisi,” tutur Dedik Setiawan.