Ketika Timnas Indonesia Tampil Di Tournamen Toulon

Untuk kali pertama timnas Indonesia junior mendapat kesempatan tampil di turnamen yang mengorbitkan banyak bakat dunia ini.
Timnas Indonesia U-19 mencicipi turnamen bergengsi di Prancis pada 2017, yaitu Turnamen Toulon, yang dikenal banyak mengorbitkan banyak bakat dunia.

Kala itu, timnas U-19 arahan pelatih Indra Sjafri diperkuat para pemain yang digadang wonderkid Tanah Air seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, hingga kiper Riyandi.

Kejuaraan tersebut digelar pada 29 Mei hingga 10 Juni 2017, diikuti 12 tim dari lima benua. Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang ambil bagian.

Turnamen Toulon dijadikan Indonesia sebagai persiapan menuju Piala AFF 19, dan Kualifikasi Piala Asia U-19, tanpa mematok target tinggi, namun mencari pengalaman.

Tergabung di Grup C, Indonesia harus bertanding melawan Republik Ceko, Brasil, dan Skotlandia. Sayangnya, Garuda Nusantara gagal berbicara banyak secara hasil.

Pada laga pembuka, Indonesia sebenarnya mampu memberi perlawanan sengit kepada Brasil, dan mereka mampu memperoleh penguasaan bola lebih banyak, walau sedikit menyerang.

Gabriel Novaes akhirnya memastikan kekalahan Indonesia, dengan skor 1-0. Pada laga kedua yang dilaksanakan di Stade Parsemain, Ceko membungkam Indonesia, dua gol tanpa balas.

Riyandi di sektor kiper benar-benar menjadi sorotan karena tampil bak Manuel Neuer. Bahkan kiper jangkung milik Barito Putera itu sukses menepis penalti dari Matej Chalus.

Sudah dipastikan bahwa Indonesia tak akan lolos dari fase grup, namun mereka tetap mencoba memberikan perlawanan terbaik kepada Skotlandia, dan mampu mencetak gol di turnamen ini.

Gol tersebut dipersembahkan Hanis Sagara, Riyandi pun lagi-lagi sukses menepis penalti, yang kali ini dieksekusi oleh Ryan Hardie. Indonesia kalah tipis, dengan skor 2-1.

Inggris yang kala itu diperkuat Harvey Barnes (Leicester City), hingga David Brooks (Bournemouth) menjadi juara setelah mengalahkan Pantai Gading melalui adu penalti.

Hal manis dari Indonesia yang bisa dikenang adalah penghargaan individu untuk Egy karena menerima menerima Jouer Revelation Trophee — pemain yang dinilai paling berpengaruh di tim sesuai dengan data statistik.