Dukung Liga 1 Lanjut, Persik Juga Minta Penyesuaian Finansial

CEO Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih, turut melayangkan permintaan terhadap penyesuaian di sektor finansial, setelah ikut mendukung kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 nanti.

Hakim meminta PSSI mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Itu terkait dengan kebijakan relaksasi pajak bagi pelatih dan pemain.

“Pajaknya 20 persen dan bisa lebih. Ini akan menjadi beban besar bagi klub,” ujar anggota Komisi X DPR RI tersebut melalui rilis resmi usai virtual meeting pada Selasa (02/06/20).

Di masa pandemi Covid-19, kata Hakim, pemerintah sudah memberikan relaksasi pajak kepada seluruh industri. Tapi, khusus industri sepak bola, relaksasi belum diberikan.

“Sementara Presiden Jokowi memberikan atensi besar ke sepak bola Indonesia. Di saat kondisi seperti ini (pandemi), akan sangat repot bila relaksasi tidak diberikan,” sambung dia.

Usulan ketiga adalah renegosiasi kontrak pemain dan pelatih. Menurut Hakim, nominal kontrak yang sudah diterima pemain sebesar 40 persen, sedangkan sisanya sebesar 60 persen, perlu negosiasi kembali.

“Itu wajar dilakukan. Seluruh sektor industri juga melakukan hal yang sama,” terang Hakim.

Jika renegosiasi tidak dilakukan, Hakim khawatir klub-klub Liga 1 mengalami kesulitan finansial di musim-musim mendatang. Dan jika urgensinya adalah kepentingan Timnas, Kemenpora bisa ikut andil dalam penyelenggaraan kompetisi.