Robert Alberts Optimistis New Normal Bisa Diterapkan di Sepak Bola Indonesia

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, optimistis skema kelaziman baru atau new normal bisa diimplementasikan dalam sepak bola Indonesia.

Pemerintah Indonesia tengah mengkaji penerapan kelaziman baru untuk membuka kembali aktivitas masyarakat dalam berbagai bidang, tak terkecuali olahraga.

Rencananya, olahraga di luar ruangan akan masuk dalam skema kelaziman baru tahap ketiga yang akan diterapkan pada 15 Juni mendatang.

Alberts mengungkapkan, beberapa negara yang terdampak pandemi virus corona seperti Jerman, Prancis, Korea Selatan, hingga sejumlah negara bagian Amerika Serikat mulai menerapkan skema kelaziman baru.

Di negara-negara tersebut, aktivitas masyarakatnya kembali bergeliat.

Menurut Alberts, secara bertahap, Indonesia juga bisa menerapkan kelaziman baru untuk menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di tengah pandemi virus corona.

” New normal tidak hanya diterapkan di Indonesia, tetapi juga menjadi tren di seluruh dunia,” kata Alberts.

“Orang-orang harus mulai hidup berdampingan (dengan Covid-19), dan new normal mulai diimplementasikan dan banyak negara telah mengikuti itu,” ujar dia melanjutkan.

Dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola, penerapan kelaziman baru bisa dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Alberts, PSSI dan pemerintah perlu membuat aturan interaksi antarpemain di lapangan dan ruang ganti, serta interaksi yang dilakukan antara pemain dan penggemar.

Pelatih berkebangsaan Belanda itu optimistis, bila protokol kesehatan diterapkan dengan baik, sepak bola Indonesia bisa kembali bergeliat di tengah pandemi virus corona.

“Jadi kami harus mulai mengikuti new normal dan dalam cakupan kami ini termasuk bagaimana situasi di ruang ganti, kondisi di lapangan, dan interaksi sosial dengan fans juga harus diubah sesuai dengan anjuran,” tutur Alberts.

“Saya rasa jika mengikuti itu, semua bisa memulai lagi (kompetisi) dan itu positif,” ucap pelatih 65 tahun itu.

Skema kelaziman baru tidak bisa sembarangan diterapkan, melainkan ada berbagai syarat yang harus bisa dipenuhi sebuah negara atau daerah untuk menerapkan kelaziman baru.

Salah satu syaratnya adalah pengendalian kurva penyebaran virus corona, hingga fasilitas kesehatan yang memadai.

Oleh karena itu, Alberts pun kembali mengimbau kepada masyarakat, khususnya suporter sepak bola di Indonesia, agar tetap disiplin dalam menjalan anjuran dari pemerintah.

Mereka diimbau tetap berada di dalam rumah. Kalaupun terpaksa keluar, sebaiknya mereka disiplin dalam menerapkan social distancing.

“Untuk saat ini, yang terpenting semua butuh melakukan social distancing, menjaga kebersihan dan membuka mata soal bahayanya berinteraksi di masyarakat. Jadi semua harus lebih disiplin dalam berperilaku,” tutur Alberts.