Klub Liga 2 Diisukan Ingin Pisah dari PT LIB dan Bentuk PT Liga Indonesia Modern

Klub-klub Liga 2 menggugat. Muncul kabar bahwa para peserta dari kasta kedua Liga Indonesia itu ingin memisahkan diri dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Sebagai gantinya, akan dibentuk perusahaan baru untuk mengoperasikan kompetisi.

Selama ini, Liga 2 berada di bawah naungan PT LIB. Namun, klub-klub tidak memiliki saham. PT LIB kerap dianggap mengistimewakan Liga 1. Karena itu pula, kecemburuan bisa muncul. Mulai dari perbedaan subsidi hingga pembagian sharing dari siaran televisi.

Jika cerai dengan PT LIB, Liga 2 bakal memiliki operator baru. Segala sesuatu mengenai teknis kompetisi mulai dari subsidi, hak siar, dan sponsor bakal berbeda dengan Liga 1. Dari kabar yang beredar, perusahaan pengganti PT LIB nantinya akan bernama PT Liga Indonesia Modern (PT LIM).

“Itu masih opsi. Opsi untuk meringankan dan membantu PT LIB dan PSSI mencari sumber daya kompetisi. Itu saja dengan syarat-syarat dilakukan secara bertahap selama lima sampai sepuluh tahun,” kata Gede Widiade, Presiden Persiba Balikpapan, kontestan Liga 2.

Menurut Gede, dengan operator baru nantinya, beban PT LIB bakal berkurang. Misalnya, di musim ini saja, perusahaan yang berdiri pada 2007 itu harus membagikan Rp1,15 miliar sebagai subsidi untuk 24 kontestan.

“Tujuannya hanya untuk membantu memikirkan dan meringankan pencarian dana untuk Liga 2,” jelas Gede.

Diibaratkan Seperti Mercedes-Benz dengan Toyota

Gede mengibaratkan dengan kondisi seperti sekarang, Liga 1 seperti Mercedes-Benz dan Liga 2 seperti Toyota. Menurutnya, Liga 2 sebaiknya tidak bergantung kepada PT LIB dan membuat operator baru.

“Liga 1 seperti Mercedes-Benz, Liga 2 itu Toyota Avanza. Jadi supaya kami tidak usah nebeng ke Mercedes terus. Tapi bertahap. Biasanya kami disubsidi secara bertahap selama 5-10 tahun, selalu berkurang. Dananya yang dikurangi bisa untuk yang lain semisal pembinaan di Asosiasi Provinsi (Asprov) dan Asosiasi Kota PSSI,” imbuh Gede.

“Ini hanya untuk mempermudah serta membantu PT LIB dengan meringankan beban mereka. Ini seperti di luar negeri. Seperti di Inggris. Setiap kasta kompetisinya punya badan usaha masing-masing,” tambah mantan Direktur Persija Jakarta tersebut.