Ferry Paulus Bantah Jabat Plt Komisaris Utama PT LIB

Direktur Olahrga Persija Jakarta, Ferry Paulus membantah kabar dirinya menjadi Plt (Pelaksana Tugas) Komisaris Utama PT Liga Indonesia Baru menggantikan Sonhadji yang mengundurkan diri.

Sebelumnya, beberapa pimpinan PT LIB mundur dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa secara virtual. Ada empat pimpinan yang mundur, yakni Cucu Somantri (direktur utama), Sonhadji (komisaris utama), Hasani Abdulgani, dan Hakim Putratama (komisaris).

Ferry Paulus memang masuk dalam jajaran Komisaris PT LIB bersama dengan Endri Erawan dari Mitra Kukar dan juga Munafri Arifuddin, petinggi PSM Makassar. Belakangan, nama Ferry dikabarkan menduduki jabatan Plt Komisaris Utama PT LIB. Sedangkan Sudjarno yang menjabat sebagai direktur operasional menjadi Plt Direktur Utama. Tapi hal tersebut dibantah oleh Ferry Paulus.

“Tidak betul. Belum ada RUPS lagi. Karena dirut tidak ada, yang menggantikan untuk segala pintu adminstrasi itu bukan sebagai plt dirut, melainkan direksi administrasi,” ujar Ferry Paulus kepada Bolalob.

“Pak Cucu kan melakukan admintrasi, ketika beliau tidak ada ya harus verify yang baru. Makanya specimen yang melanjutkan Pak Sudjarno. Lebih tepatnya direksi admintrasi pengganti dirut,” ucapnya.

Ferry menambahkan bahwa di PT LIB tidak mengenal istilah plt dirut. Dalam kasus ini, Ferry menjelaskan bahwa saat terjadi kekosongan di posisi dirut, maka direksi lain diizinkan mengambil alih untuk melanjutkan tugas administrasi.

Untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh empat pimpinan PT LIB itu juga harus melalui RUPS. Nantinya, PT LIB juga akan kembali menggelar RUPS untuk membicarakan perihal pengganti pimpinan sampai dengan soal kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Ketika disinggung perihal plt komisaris utama, Ferry Paulus menerangkan tidak ada keadaan mendesak yang mengharuskan komisaris utama mengambil keputusan perusahaan. “Kalau di komisaris kan bukan operasional. Siapapun orangnya tetap komisaris,” imbuh Ferry.

“Jadi katakanlah kita mau mengambil kebijakan, itukan bukan dari komisaris utama. Dirut yang menentukan (keputusan) lalu komisaris melakukan pengawasan. Bisa saja nanti dalam saran, berseberangan dengan Appi (sapaan akrab Munafri) dan juga Endri,”

“Tidak ada urgensinya juga untuk apa komisaris utama pakai plt,” tutup Ferry Paulus mengakhiri pembicaraan.