Bek Senior PSIM Pasrah Jika Ada Perubahan Regulasi Kontrak

Bek senior PSIM Yogyakarta, Beny Wahyudi, menyatakan sikapnya untuk selalu patuh terhadap regulasi yang ada sebagai respons atas berkembangnya isu renegosiasi kontrak apabila opsi turnamen pengganti kompetisi bergulir nanti.

Isu itu muncul seiring dengan usulan sejumlah klub perihal nasib kompetisi. Termasuk Liga 2, yang terancam dihentikan dengan opsi turnamen sebagai penggantinya.

Sejauh ini, Beny mengaku tetap mendapatkan haknya sesuai klausul kontrak bersama tim Laskar Mataram, termasuk penerapan regulasi 25 persen gaji pemain selama masa pandemi COVID-19 berlangsung.

“Alhamdulillah, lancar. Sesuai kesepakatan klub dengan PSSI,” ujar Beny Wahyudi, yang kini menjadi bek senior di skuat PSIM Yogyakarta.

Sedangkan jika opsi renegosiasi kontrak terjadi, pihaknya tetap akan patuh terhadap regulasi dari federasi.

“Kalau semua mengalami pembaharuan kontrak, mau tidak mau ya harus ikut. Kita tidak bisa ngotot sendiri,” tandas Beny.

Bahkan, dia juga siap jika klubnya mengambil kebijakan khusus, dengan revisi kontrak hingga 50 persen sekali pun.

“Kalau semuanya mau, saya ikut saja. Dan secara pribadi, saya ikut (pemangku kewenangan) yang di atas saja,” sambung peraih trofi juara ISL bersama Arema edisi 2009/10.

Beny sendiri baru menjalani pekan perdana kompetisi Liga 2 sebelum kompetisi berhenti. Yaitu ketika PSIM kalah 1-2 saat dijamu Sriwijaya FC, pada laga pertama Grup Barat di Stadion Jakabaring Palembang, Minggu (15/03/20) lalu