Banyak Perubahan, Septian Bagaskara Harus Adaptasi Ulang bersama Persik

Septian Bagaskara mengakui bahwa pada musim 2020, Persik Kediri menjelma menjadi tim yang benar-benar baru.

Banyak perubahan yang terjadi membuat Septian Bagaskara harus beradaptasi kembali dengan tim yang dibelanya sejak 2017 silam tersebut.

Untuk menyambut kembalinya Macan Putih ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, manajemen memang melakukan perombakan besar terhadap komposisi pemain.

Selain itu, perombakan dilakukan untuk menyesuaikan level permainan Persik Kediri dengan tim-tim Liga 1 2020 lainnya.

Dari 29 pemain yang mengantarkan Persik juara Liga 2, hanya 10 pemain saja yang dipertahankan, salah satu diantaranya adalah Septian Bagaskara.

Hal ini menjadi pengalaman baru bagi Septian Bagaskara yang sebelumnya terbiasa bermain bersama pemain-pemain level domestik.

Tak pelak, dia butuh penyesuaian kembali bermain dengan pemain-pemain level nasional, khususnya pemain asing yang belum pernah dia rasakan selama ini.

“Ya, ini menjadi pengalaman baru buat saya. Adaptasi dengan pemain-pemain profesional dan asing agar bisa kerja sama satu tim,” kata Septian kepada Kompas.com.

Tidak hanya dari komposisi pemain, staf kepelatihan pun juga mengalami perombakan besar dengan hadirnya Joko Susilo.

Pergantian nahkoda jelas membawa perubahan besar dari segi filosfi permainan, gaya bermain, dan pola latihan.

“Ini baru pertama kali saya bekerja bersama Coach Joko Susilo. Orangnya santai di dalam lapangan maupun di luar lapangan, sabar, profesional dalam melatih, dan disiplin,” tutur pemain berusia 22 tahun itu.

Tidak selesai sampai di situ, tantangan terbesar bagi Septian Bagaskara adalah beradaptasi dengan kompetisi Liga 1.

Bagaimanapun juga, Liga 1 jauh berbeda dengan kompetisi-kompetisi yang sebelumnya dilakoni Persik.

Mulai dari atmosfer stadion, kualitas pemain, kualitas permainan, hingga mentalitas pemainnya.

Alih-alih keberatan, tantangan-tantangan tersebut justru membuat pemain timnas U-22 Indonesia tersebut semakin antusias.

Oleh karena itu, Septian mengaku sempat patah hati setelah mendengar kompetisi harus dihentikan sementara karena pandemi virus corona.