Madura United Meminta Agar PSSI Tidak Latah dengan Bundesliga

Direktur tim Madura United, Haruna Soemitro, mengatakan agar PSSI tidak latah dengan Bundesliga untuk bisa melanjutkan Liga 1 2020.

Madura United menjadi salah satu klub yang menolak jika kompetisi Liga 1 2020 kembali dilanjutkan.

Dalam usulan rapat bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Mandura United menolak Liga 1 dilanjut tanpa syarat apapun.

Tim berjulukan Sape Kerrab itu tak merasa keberatan dan siap jika kompetisi Liga 1 2020 dihentikan secara total.

Sebagaimana diketahui, kompetisi Liga 1 2020 dihentikan hampir tiga bulan penuh tanpa pertandingan.

Tepat pada Rabu (27/5/2020), PSSI, LIB, dan klub Liga 1 telah melangsungkan rapat mengenai pembahasan kelanjutan kompetisi.

Tetapi saat itu pun belum diputuskan langsung karena pada Jumat (29/5/2020), PSSI dan LIB kembali rapat bersama Liga 2.

Setelah menerima saran dan usulan dari klub Liga 1 dan Liga 2, PSSI bakal menjalankan rapat bersama Komite Eksekutif (Exco) untuk keputusan kelanjutan kompetisi.

Meski belum ada keputusanpasti dari PSSI, Madura United sejak awal sudah mengatakan tidak setuju kompetisi dilanjutkan.

Menurut Haruna Soemitro, tidak dilanjutkannya kompetisi adalah demi kemaslahatan bersama untuk saat ini.

“Menurut kami, saat ini semua kuncinya yaitu keselamatan dan kesehatan orang yang paling utama,” kata Haruna kepada BolaSport.com, Sabtu (30/5/2020).

Masa depan Liga 1 2020 hingga saat ini memang masih abu-abu terkait adanya pandemi virus corona (Covid-19) ini.

Berbagai usulan dari kompetisi tetap berlanjut dengan protokol kesehatan hingga benar-benar berhenti setiap klub menyampaikan pendapatnya.

Namun, jika benar kompetisi kembali berlanjut dengan adanya protokol kesehatan, PSSI dan LIB harus menyediakan banyak hal.

Dari melakukan tes kepada setiap pemain, tetap jaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan, ruang ganti harus lebih banyak untuk satu klub, dan yang lainnya.

Hal tersebut pun telah diterapkan di sepak bola internasional seperti Liga Jerman, Bundesliga.

Bundesliga yang terhenti sekitar dua bulan karena virus corona akhirnya mulai pada 16 Mei 2020 lalu dengan mematuhi protokol kesehatan.

Bahkan pemandangan unik pun terlihat saat salah satu pemain mencetak gol, dan para pemain melakukan selebrasi dengan tetao menerapkan social distandcing.

Para pemain tetap jaga jarak, yang mana biasanya saat berhasil mencetak gol mereka bakal berkumpul dan merayakan bersama hal itu tak terlihat.

Jika PSSI dan operator pelaksana bisa menerapkan hal yang sama mungkin kompetisi Liga 1 2020 bisa kembali dilanjutkan.

Namun, menurut Haruna hal itu tak akan mampu diterapkan di Indonesia.

Sehingga Haruna mengatakan agar PSSI tidak latah dengan mengikuti gaya Bundesliga.

Menurutnya, Bundesliga bisa kembali dilanjutkan karena memang wabah virus corona disana melambat, hal itu berbeda dengan di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini pasien di Indonesia setiap harinya masih terus bertambah, jadi Madura United beharap agar tak memaksakan diri.

“Jangan latah dengan Bundesliga atau negara-negara lain yang pasti berbeda handling pandemi Covid-19 ini,” ucapnya.

“Jerman bisa begitu setelah pandeminya landai hasil dari lockdown, demikian juga dengan negara-negara lain seperti Thailand, Korea Selatan, Vietnam, dan lain-lain,” tutur Haruna.

PSSI hingga saat ini masih merencanakan rapat bersama Exco dan belum dipastikan kapan rapat bersamanya.