Lawan Malaysia, Ardi Idrus Sempat Merasa Sedikit Tak Pantas Dipanggil Timnas Indonesia

Pemain Persib Bandung sempat merasa sedikit tak pantas mendapat panggilan timnas Indonesia ketika jelang melawan Malaysia.

Pemain tersebut adalah Ardi Idrus yang menjelam menjadi pliar bek kiri Persib beberapa tahun terakhir.

Nama Ardi Idrus sendiri mencuat kala Persib Bandung dilatih oleh Mario Gomez pada Liga 1 2018.

Sejak saat itulah, Ardi Idrus menjadi pemilik posisi bek kiri Persib Bandung.

Bersinar bersama Persib Bandung membuat pemain asal Ternate dilirik timnas Indonesia.

Ardi Idrus mendapat panggilan pertama kali timnas Indonesia ketika skuad Garuda akan menghadapi Malaysia pada babak grup Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Dikutip BolaSport.com dari Tribun Jabar, Ardi Idrus mengungkapkan saat ia dipanggil timnas Indonesia dalam channerl Youtube, Hamka Hamzah, Rabu (27/5/2020).

“Waktu itu saya dipanggil sama Yeyen (asisten pelatih Timnas), saya masih ingat buat berangkat ke Malaysia buat kualifikasi. Habis itu saya dengar kabar itu cukup senang,” ujar Ardi Idrus.

Meskipun senang, Ardi Idrus sempat merasa dirinya belum pantas untuk memperkuat timnas Indonesia.

“Pertama kali saya dipanggil ke Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia lawan Malaysia dan saya cukup senang, walaupun sedikit belum merasa pantas,” ujarnya.

Persaingan bek kiri di timnas Indonesia pun cukup ketat, ada nama-nama yang telah lebih dulu beseragam Garuda, seperti Ricky Fajrin, Abduh Lestaluhu, hingga Rezaldi Hehanussa.

Akan tetapi, rasa tidak percaya dirinya hilang dengan tekad Ardi Idrus memberikan yang terbaik.

“Yang saya inginkan adalah dapat kesempatan membela Timnas. Kalau dipanggil terus ada kesempatan membela Timnas, pasti saya akan memberikan yang terbaik,” kata Ardi Idrus.

“Karena ini membawa nama negara seperti kemarin lawan Malaysia semua pemain ingin main tapi yang main hanya 11 orang. Jadi kalau belum dipasang kita harus sabar,” ujarnya.

Ardi Idrus pun belum sempat turun bermain dengan kostum timnas Indonesia.

Hal itu pun dijadikannya sebagai pembelajaran untuk lebih baik lagi.

“Karena belum ada kesempatan. Di situ saya sudah banyak belajar. Mudah-mudahan di ke depan juga saya kalau dipanggil lagi. Bagi saya berikan yang terbaik kalau memang kalau ada kesempatan,” ujarnya.