Djadjang Nurdjaman Merasa Aneh Lihat Bundesliga Jerman

Djanur enggan berspekulasi Liga 1 dilanjutkan kembali, meski sebagian besar klub menginginkan kompetisi dihentikan.
Pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman mengaku ada sesuatu yang hilang ketika ia menyaksikan pertandingan Bundesliga Jerman, dan menilai Liga 1 akan mendapatkan suasana itu jika dipaksakan kembali bergulir.

Bundesliga jadi liga elite pertama yang memulai kembali kompetisinya setelah lumpuh selama dua bulan terakhir akibat pandemi virus corona. Namun, atmosfer sangat berbeda langsung terasa lantaran tidak ada suporter di dalam stadion.

Djadjang mengatakan, ia memperhatikan sejumlah kompetisi yang sudah bergulir kembali di tengah pandemi virus Corona. Kecuali Vietnam, kompetisi di negara lain digelar tanpa kehadiran penonton. Menurut Djadjang, itu menjadi pemandangan yang janggal.

“Saya memantau liga luar juga, misalnya Liga Jerman, baru mulai beberapa hari yang lalu,” ujar Djanur, sapaan Djadjang, dilansir laman resmi klub.

“Saya lihat agak berbeda ya, tidak seperti main bola yang dalam kondisi normal. Tapi apapun itu, kesehatan nomor satu. Mungkin kalau Liga 1 dilanjutkan juga bisa seperti itu.”

Djanur enggan berspekulasi Liga 1 tahun ini dilanjutkan kembali, meski sebagian besar klub menginginkan kompetisi dihentikan. Mantan pelatih Persib Bandung itu menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI.

“Semua keputusan ada di federasi PSSI. Kalau BNPB (badan nasional penanggulangan bencana) mencabut status darurat, tentu PSSI juga akan membuat surat keputusan yang sama. Kami masih menunggu sinyal dari BNPB, setelah itu PSSI akan meeting. Jadi, kita tunggu saja,” papar Djanur.

PSSI sebelumnya telah menggelar rapat virtual dengan perwakilan klub Liga 1 terkait nasib kompetisi tahun ini. Manajemen Barito Putera merupakan salah satu yang menolak Liga 1 dilanjutkan.

Asisten manajer Ikhsan Kamil mengatakan format baru liga pun tidak menjamin sepakbola dapat digelar, mengingat kebijakan di setiap pemerintah daerah (pemda) berbeda. Ia merujuk kepada kasus COVID-19 di wilayah Kalimantan Selatan yang belum memperlihatkan angka penurunan.