Bek Persib Bandung Ardi Idrus Menanti Kesempatan Kedua

Bek Persib Bandung, Ardi Idrus, masih penasaran untuk melakoni debut bersama tim nasional (timnas) Indonesia.

Ia memang sempat menjadi bagian dari skuat Garuda untuk menghadapi Malaysia dalam lanjutan laga Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022.

Panggilan dari pelatih Simon McMenemy kala itu merupakan pertama kalinya Ardi Idrus jadi bagian dari Timnas Indonesia.

Sayangnya, dalam pertandingan pada 19 November 2019 itu, bek kiri tersebut belum mendapat menit bermain.

Penggawa Persib Bandung itu tak kecewa dan menerima keputusan pelatih saat itu sebagai sesuatu yang wajar.

“(Saat) lawan Malaysia, semua pemain (timnas Indonesia) ingin bermain, tapi yang main hanya 11 orang. Jadi, kalau belum dipasang, kami harus sabar,” kata Ardi Idrus dalam channel Youtube milik Hamkah Hamzah, Rabu (27/5/2020).

Ia berharap masih ada kesempatan kedua meski pelatih Timnas Indonesia sudah beralih dari Simon ke Shin Tae-yong asal Korea Selatan.

“Yang saya inginkan adalah dapat kesempatan untuk membela timnas. Kalau dipanggil dan ada kesempatan membela (bermain untuk) timnas, saya pasti memberikan yang terbaik,” kata Ardi Idrus.

Meski begitu, masuk dalam daftar 23 pemain yang terpilih dari semua pemain Indonesia tetap dianggap sebagai pengalaman berharga.

“Di situ, saya sudah banyak belajar. Saya berikan yang terbaik kalau ada kesempatan lagi,” ujar Ardi Idrus.

Di satu sisi, pemain asal Ternate itu terbilang terlambat naik ke level internasional.

Panggilan pertama dari timnas datang saat pria kelahiran 22 Januari 1993 itu mendekati 27 tahun.

Di sisi lain, berseragam Merah Putih merupakan pencapaian luar biasa baginya jika menilik dari usianya berada di kompetisi tertinggi sepak bola Tanah Air.

Persib tercatat sebagai klub pertamanya di Liga 1 setelah didatangkan pelatih Mario Gomez dari PSS Sleman pada musim 2018.

Ketika itu, PSS masih tampil di Liga 2. Hanya butuh dua musim bagi Ardi untuk membuktikan dirinya sebagai satu di antara bek kiri terbaik Indonesia.

Stamina dan kengototan di lapangan diganjar kepercayaan tinggi dari pelatih Persib.

Pada musim 2018, Gomez menyingkirkan Tony Sucipto dari skuat utama, sebuah keputusan yang sempat dianggap kontroversial.

Pelatih asal Argentina itu berani mencadangkan bek kiri berpengalaman demi Ardi Idrus yang baru mengecap Liga 1.

Segalanya berubah ketika Ardi Idrus memperlihatkan kemampuan terbaiknya.

Ia kini menjadi andalan Maung Bandung di lini belakang dan punya kemampuan untuk membantu penyerangan.

Robert Alberts, yang menggantikan Gomez, juga tetap memercayakan satu posisi inti bagi Ardi Idrus.

Jika pemain bernomor punggung 3 tampil konsisten, harapannya untuk melakoni debut bersama Timnas Indonesia pun terbuka.

Para pesaingnya untuk posisi yang sama antara lain Ricky Fajrin, Abduh Lestaluhu, Rezaldi Hehanusa, dan Ruben Sanadi.

Nyaris Gabung Persija Jakarta

Ardi ternyata hampir berseragam Persija Jakarta U-21 pada 2012.

Kala itu, Ardi diajak Mundari Karya. Keduanya pernah bekerja sama di tim Pra PON Kalimantan Selatan dan PSPS Pekanbaru.

“Coach Mundari kirim saya main di Persija U-21 dengan Om Ganesha di Villa 2000,” ujar Ardi dalam channel Youtube milik Hamkah Hamzah, Rabu (27/5/2020).

Di Persija Jakarta U-21 kala itu, sudah ada pemain lain asal Maluku, Abduh Lestaluhu.

Ia batal bergabung dengan Macan Kemayoran karena memilih berkompetisi di Divisi Utama atau kasta kedua Liga Indonesia.

Ia menyeberang ke Perssin Sinjai, memenuhi panggilan pelatih tim itu, Budiarjo Thalib.

“Kebetulan, Budiardjo nelepon suruh main di Sinjai. Kalau enggak, Waktu itu saya sudah main di Persija U-21,” katanya. (ferdyan adhy nugraha)

Tags