Alasan Serius Mayoritas Klub Liga 2 Tolak Dilanjutnya Kompetisi

Mayoritas klub Liga 2 2020 memilih kompetisi tidak dilanjutkan dalam waktu dekat. Hal itu sesuai dengan hasil rapat virtual, dua hari lalu.

Alasan kesehatan dan belum stabilnya kondisi akibat pandemi virus corona membuat klub mengusulkan beberapa opsi, seperti diganti dengan turnamen hinggap tanpa degradasi.

“Sama dengan hasil meeting Liga 1, teman-teman Liga 2 juga beberapa mengusulkan kompetisi dilanjut dengan beberapa catatan. Bahkan berharap tanpa degradasi, beberpa juga mengusulkan berhenti dengan opsi turnamen,” tutur Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Selain alasan di atas, ada satu masalah yang cukup serius dialami klub Liga 2 akibat pandemi virus corona yakni keuangan. Banyak klub meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator membantu mencarikan sponsor apabila liga dilanjutkan.

“Tapi yang umum disampaikan klub Liga 2 adalah kesulitan keuangan yang dihadapi saat ini. Bila liga dilanjut, apakah PT LIB dan PSSI dapat membantu mereka untuk dukungan sponsorhipnya,” kata Yunus.

Dari 24 klub peserta Liga 2 tahun ini, hanya ada 22 yang ikut rapat dua hari lalu. Mayoritas menginginkan kompetisi dihentikan dan hanya ada tiga klub yang memilih dilanjut yakni PSMS Medan, PSIM Yogyakarta dan Badak Lampung.

Sementara itu, kepastian dilanjut atau tidaknya Liga 1 dan 2 akan diambil PSSI dalam waktu dekat. Federasi menunggu imbauan pemerintah terkait status darurat virus corona dan akan melakukan rapat darurat dengan Exco PSSI untuk mengambil sikap.