Alasan Petinggi Persib Bandung Lebih Senang Liga 1 Dilanjutkan Daripada Turnamen Baru ‘Sama Saja’

Kelanjutan Liga 1 2020 hingga saat in belum juga jelas.

Klub-klub yang terlibat didalamnya belum menemui kata sepakat apakah Liga 1 2020 dilanjutkan atau dihentikan total.

Sebelumya Liga 1 2020 ditunda saat baru berjalan 3 pekan karena pandemi virus Corona

Beberapa pihak mewacanakan menggelar Turnamen sebagai pengganti Liga 1 2020 yang ditunda akibat pandemi corona.

Turnamen dinilai lebih effisien karena tidak membutuhkan waktu lama dalam penyelenggaraannya.

Selain itu, kondisi pandemi corona yang membuat aktivitas serba terbatas membuat Turnamen dinilai lebih baik dari pada liga.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar mengatakan bahwa Turnamen tidak ada bedanya dengan liga.

Umuh lebih senang jika PSSI melanjutkan Liga 1 dari pada membuat Turnamen baru.

“Sama saja, kalau tanpa penonton, kalau lihat seminggu dua minggu ini ya bisa dilanjutkan kompetisi,” ujar Umuh, melalui sambungan telepon, Rabu (27/5/2020).

Dia berharap, Liga 1 bisa kembali bergulir dan penukan Covid-19 mulai menurun.

Sehingga Liga 1 dan semua aktivitas sepak bola Indonesia kembali pulih.

“Mudah-mudahan covid ini menurun, semua orang tidak banyak korban, saya yakin pemerintah akan mengambil keputusan yang tepat,” ucapnya.

Persib dan Persija beda pendapat

Ada 2 pandangan soal masa depan Liga 1 2020 yang terhenti akibat pandemi virus Corona

Dalam rapat virtual antara PSSI dan PT LIB dengan 18 klub Liga 1, Rabu (27/5/2020), Persib Bandung menginginkan kompetisi musim ini tetap dilanjutkan.

Dalam rapat tersebut, Persib Bandung “satu barisan” dengan Borneo FC, Arema FC, Bali United, Persikabo, dan Persiraja.

Enam klub itu bertolak belakang dengan 12 peserta lain Liga 1 yang berharap kompetisi musim ini dihentikan.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, merasa wajar adanya perbedaan di antara klub-klub itu karena wabah korona.

“Kita harus menghargai dan menghormati orang yang tidak mau melanjutkan (liga),” ujar Umuh Muchtar melalui sambungan telepon, Rabu (27/5/2020).

Ia justru berharap perbedaan itu menjadi pertimbangan serius PSSI dan PT LIB dalam membuat keputusan soal nasib kompetisi musim ini.

“Kita cari jalan yang terbaik nanti, digodok dan dilaporkan kepada ketua PSSI, Pak Iwan,” katanya.

Menurutnya, PSSI memang harus mengkalkulasi secara matang untung-rugi kelanjutan liga.

“Jangan gegabah ambil keputusan karena Covid-19 ini. Presiden sendiri sudah mengumumkan hati-hati. Kita harus mengikuti aturan pemerintah,” ucap Umuh Muchtar.

Ia mengingatkan PSSI, PT LIB, dan klub-klub harus solid dengan pemerintah.

“Jangan sampai kalau (liga) dilanjutkan malah nambah masalah, malah nambah pasien Covid-19. Kalau (kompetisi) dihentikan, cari kebijakan yang baik,” ucapnya.

Berbeda dengan Umuh Muchtar, Presiden Persiraja Banda Aceh, H Nazaruddin Dek Gam, berharap kompetisi diteruskan seperti pada awal musim.

“Kami mengusulkan Liga 1 2020 dilanjutkan kembali dan dapat disaksikan oleh penonton, karena Persiraja kan hiburan untuk masyarakat Aceh,” ucapnya dalam rilis.

Nazaruddin memaklumi sejumlah tim yang ragu untuk melanjutkan liga.

“Wajar saja di tengah kondisi yang sedang tidak menentu, tapi nanti standar kesehatan dan keamanan pertandingan bisa dibahas lebih detail lagi, bagaimana SOP yang harus diterapkan,” katanya.

Menurutnya, PSSI dan PT LIB telah memberikan indikasi untuk memulai kembali Liga 1.

Mengingat, tidak adanya kompetisi dapat berakibat langsung terhadap kondisi keuangan klub dan pemain.

“PSSI secara tidak langsung menginginkan kompetisi harus mulai digulirkan kembali. PT LIB sudah menyampaikan bahwa sulit untuk mensubsidi klub kalau tidak ada kompetisi,” ujarnya. ujar Dek Gam.

Madura United, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSM Makassar, Barito Putra, Persita Tangerang, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Persik Kediri, dan PSS Sleman ingin Liga 1 dibatalkan.

Hampir semua klub itu meminta kompetisi diganti dengan Turnamen lain pada September hingga Desember mendatang.

Persija dan PSS justru meminta supaya ada perubahan kalender dengan menggelar Liga 1 2021 lebih cepat yakni pada September 2020.

Persipura Jayapura menjadi satu-satunya klub memilih netral terhadap keputusan apa pun.