Robert Rene Alberts Sulit Nilai Level Kebugaran Pemain Persib Bandung

Robert Alberts mengatakan, program latihan mandiri memiliki kelemahan, karena tidak dapat dipantau secara langsung.
Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengakui sulit untuk membandingkan level kebugaran pemain, karena mereka tidak menjalani latihan bersama dengan tim, dan hanya sekadar menjaga kebugaran.

Penggawa Persib kembali menjalani latihan mandiri pascalibur Lebaran. Persib mengagendakan latihan tim pada awal Januari sebagai antisipasi bila Liga 1 tahun ini dilanjutkan lagi.

Robert Alberts mengatakan, program latihan mandiri memiliki kelemahan dalam hal penilaian, karena tidak dapat dipantau secara langsung. Apalagi pemain tinggal di beberapa tempat dengan situasi lingkungan berbeda.

“Pemain masih melakukan program latihan dan melaporkannya kepada tim pelatih dengan baik. Kami tidak bisa menyebut siapa di antara semua pemain yang terbaik dalam melakukannya, karena setiap hari kami berlatih di tempat tinggal masing-masing,” ucap Robert Alberts dilansir laman resmi klub.

“Kami tidak berlatih bersama-sama atau berlatih dengan terhubung lewat Zoom. Di Indonesia, ada perbedaan antara satu tempat dan tempat lain. Pemain kami juga ada yang berada di Swedia, Brasil dan Belanda, ada zona waktu yang berbeda.”

Sementara itu, penjaga gawang Dhika Bayangkara mengaku harus tetap menjaga semangat setelah hampir tiga bulan tidak menjalani latihan bersama rekan-rekannya. Menurut Dhika, ia mesti menjaga kebugaran agar tidak menurun, sehingga tetap siap jika sewaktu-waktu tim menggelar latihan bersama di lapangan.

“Sejauh ini latihan di rumah berjalan lancar. Memang lebih menyenangkan latihan bersama di lapangan, tapi situasi saat ini memang lebih baik seperti ini. Latihan maksimal harus, ini sebagai tanggung jawab pemain untuk tim,” kata Dhika.