Madura United Yakin Penghentian Kompetisi Akan Untungkan Timnas

Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu yang menaungi Madura United, Ziaul Haq, menegaskan penghentian kompetisi adalah pilihan paling bijak.

Pertimbangan utamanya untuk memastikan keselamatan masyarakat, pemain, pelatih, dan seluruh pihak-pihak yang terkait dalam kompetisi Liga 1 2020.

Sisi positif lainnya dengan berhentinya kompetisi, federasi bisa fokus untuk memaksimalkan potensi timnas Indonesia yang selama ini dirasa masih belum maksimal.

“Dengan kompetisi tidak diputar pada tahun ini, Indonesia bisa mengikuti jadwal kompetisi yang terafiliasi dengan AFC dan FIFA,” kata pria yang biasa disapa Habib itu kepada Kompas.com.

“Selama ini kan yang terjadi kita selalu kecolongan, target akhirnya seakan-akan kejar tayang,” tutur dia.

Ada beberapa hajatan besar yang akan diikuti timnas Indonesia pada sisa akhir tahun 2020 ini.

Mulai dari lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 (8 Oktober-12 November 2020) hingga Piala AFF 2020 (23 November— 31 Desember).

Sementara itu, di kelompok usia ada Piala Asia U-16 dan U-19.

Piala Asia U-16 yang akan diselenggarakan di Bahrain (16 September- 3 Oktober), sedangkan Piala Asia U-19 akan digelar di Uzbekistan (14-31 Oktober).

Pucaknya, Indonesia menjadi tuan rumah hajatan besar Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2020 mendatang.

Ziaul Haq menambahkan, memfokuskan diri ke timnas jauh lebh realistis dari pada harus kembali melangsungkan kompetisi Liga 1 2020.

Pasalnya, menurut dia, ketika kompetisi dilanjutkan justru akan memecah fokus pemain dan federasi, menambah keletihan pemain, serta rentan cedera.

“Karena itu Madura United lantang menyarankan, demi kebanggan bersama lebih baik PSSI saat ini membenahi timnas. Mempersiapkan diri untuk Piala dunia U-20 2021.“

“Jadi ada harapan besar jika kompetisi ini tidak dilanjutkan, tetapi timnas Indonesia bisa berjaya di Piala Dunia, atau minimal tidak malu-maluin, deh,” ucap Ziaul Haq.