Faktor Ini Buat Semen Padang Mantab Liga 2 Dihentikan

Semen Padang jadi salah satu klub yang tegas menolak kompetisi Liga 2 dilanjutkan. Keinginan itu juga disampaikan dalam rapat virtual dengan PSSI, Jumat (30/05/20).

Manajer Semen Padang, Effendi Syahputra membeberkan berbagai alasan yang membuat pihaknya menolak jika liga dilanjutkan. Ada faktor teknis dan juga non teknis sepak bola disampaikan sang manajer saat dihubungi INDOSPORT.

“Alasan teknisnya karena tim sudah diliburkan sejak 16 Maret atau hampir tiga bulan. Tentu butuh waktu empat sampai enam minggu untuk persiapan,” kata Effendi mengawali perbincangan, Sabtu (30/05/20).

“Kalau dipaksakan kembali ke kondisi puncak sangat berbahaya bagi pemain. Karena bisa menimbulkan cedera karena persiapan tidak maksimal,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, Kota Padang baru saja memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 7 Juni mendatang akibat belum meredanya pandemi virus corona. Dengan kata lain, Effendi menyebut kondisi ke depan masih serba tidak memungkinkan.

“Kami juga tidak tahu setelah 7 Juni nanti lanjut (PSBB) lagi apa tidak. Kalau nanti ternyata lanjut ya kami tidak bisa apa-apa,” jelasnya.

“Mau dipaksakan bagaimana ujung-ujungnya kita musafir ke tim luar. Ataupun tim lain tidak bisa ke dalam,” papar dia.

Mantan CEO Bogor FC itu menambakan, kompetisi dilanjutkan dengan protokol kesehatan juga diyakini tidak maksimal. Sebab, pengeluaran setiap klub akan membengkak.Effendi mencontohkan, misal protokol kesehatan mewajibkan hanya ada satu pemain tiap kamar membuat biaya operasional lebih besar.

“Itu harus dipikirkan, protokol kesehatan untuk memulai kompetisi pun mahal lho. Dibarengi dengan penonton tidak boleh masuk, kita mau dapat pemasukan dari mana. Kalau PSSI bilang nanti kita tambah subsidinya, tambahnya berapa? Mengcover enggak untuk itu, untuk kebutuhan operasional tim,” ungkap Effendi.