Baihakki Khaizan Sanjung The Jakmania

Mantan bek Persija Jakarta, Baihakki Khaizan, mempunyai kisah saat berkarier di Indonesia, termasuk soal The Jakmania.

Baihakki Khaizan merasa suporter Persija Jakarta, The Jakmania, sangat loyal terhadap klub berjulukan Macan Kemayoran itu.

Baihakki Khaizan memutuskan untuk mencoba peruntungan berkarier di Indonesia dengan memperkuat Persija Jakarta pada Agustus 2009.

Kebersamaan Baihakki Khaizan bersama Persija Jakarta hanya berlangsung satu musim.

Baihakki Khaizan memilih pindah ke klub yang dikenal memiliki rivalitas dengan Persija Jakarta, yaitu Persib Bandung, pada September 2010.

Pemain asal Singapura itu mengatakan The Jakmania sangat menghormati dirinya saat memilih hengkang ke Persib Bandung.

Sebelum berangkat ke Bandung, ia dan The Jakmania bahkan sempat bertemu serta makan malam bersama.

Baihakki mengira The Jakmania akan kecewa saat ia pindah ke Persib Bandung, tetapi ternyata tidak.

“Sebelum berangkat ke Bandung, saya bertemu dengan ketua The Jakmania dan 30 orang anggotanya,” kata pemain berusia 36 tahun itu seperti dilansir dari YouTube Persija Jakarta.

“Jadi mereka (The Jakmania) tidak merasa marah, tidak benci. Mereka makan malam sama saya. Mereka menerima saya pergi ke Persib sebagai sesuatu yang profesional,” tambah Baihakki.

Seperti dilansir dari Soccerway, saat berseragam Persija Jakarta, Baihakki tampil sebanyak 30 pertandingan.

Lebih lanjut, karena pernah merasakan karier di Indonesia, Baihakki juga memiliki makanan favorit asal Tanah Air.

Eks pemain klub Singapura, Warrios FC, itu sangat menyukai makanan bebek Slamet saat berkarier di Indonesia

Ia bahkan mengaku sering menyempatkan waktu pergi ke Batam, Kepulauan Riau, hanya untuk menyantap bebek Slamet.

“Saya rasa semua sudah tahu, kalau sedang main di Surabaya, Malang, di mana saja, saya selalu cari bebek Slamet. Kalau sedang main di luar, anak-anak juga sering memperkenalkan makanan seperti sate kuda waktu di Solo,” ujar eks pemain Persib Bandung itu.

“Kadang kalau saya sedang mau makan bebek Slamet, saya pergi ke Batam karena dekat, cuma naik kapal feri,” tambah Baihakki.

“Sebelum berangkat ke Bandung, saya bertemu dengan ketua The Jakmania dan 30 orang anggotanya,” kata pemain berusia 36 tahun itu seperti dilansir dari YouTube Persija Jakarta.

“Jadi mereka (The Jakmania) tidak merasa marah, tidak benci. Mereka makan malam sama saya. Mereka menerima saya pergi ke Persib sebagai sesuatu yang profesional,” tambah Baihakki.

Seperti dilansir dari Soccerway, saat berseragam Persija Jakarta, Baihakki tampil sebanyak 30 pertandingan.

Lebih lanjut, karena pernah merasakan karier di Indonesia, Baihakki juga memiliki makanan favorit asal Tanah Air.

Eks pemain klub Singapura, Warrios FC, itu sangat menyukai makanan bebek Slamet saat berkarier di Indonesia

Ia bahkan mengaku sering menyempatkan waktu pergi ke Batam, Kepulauan Riau, hanya untuk menyantap bebek Slamet.

“Saya rasa semua sudah tahu, kalau sedang main di Surabaya, Malang, di mana saja, saya selalu cari bebek Slamet. Kalau sedang main di luar, anak-anak juga sering memperkenalkan makanan seperti sate kuda waktu di Solo,” ujar eks pemain Persib Bandung itu.

“Kadang kalau saya sedang mau makan bebek Slamet, saya pergi ke Batam karena dekat, cuma naik kapal feri,” tambah Baihakki.