Ahmad Bustomi Mengenang Satu Dekade Arema Juara ISL

Tepat 10 tahun yang lalu, Arema berhasil menjadi juara Indonesia Super League di kandang Persija Jakarta pada 30 Mei 2010. Singo Edan kala itu menutup laga terakhir kompetisi dengan kemenangan dan pulang ke Malang dengan perayaan yang luar biasa.

Mantan gelandang Arema, Ahmad Bustomi, sampai saat ini masih mengingat momen itu. Pemain yang akrab disapa Cimot ini menjadi bagian skuat juara. Dia merupakan gelandang jangkar Arema bersama pemain asing asal Uruguay, Esteban Guillen.

“Tidak terasa sudah 10 tahun lalu menjadi juara. Konvoi seminggu sampai dimarahi polisi agar berhenti. Insayaallah Arema bisa juara lagi, tunggu saya jadi pelatihnya,” canda pemain yang kini membela Persela Lamongan itu.

Ketika Arema menjuarai ISL 2009-2010, memang saat itu jalanan Malang Raya berpesta selama satu minggu penuh. Aremania selalu pawai di jalan.

Maklum, waktu itu adalah kedua kalinya Singo Edan menjuarai kompetisi resmi. Sebelumnya, mereka berhasil juara pada era Galatama, yaitu pada tahun 1992-1993. Artinya, setelah 17 tahun Arema baru mengakhiri penantian juara. Jadi, maklum jika suporter melampiaskan euforia di jalan.

Namun, karena setiap hari menimbulkan kemacetan, genap satu minggu setelah Arema memastikan diri menjadi juara, kepolisian Malang Raya menegaskan larangan untuk konvoi. Jika tidak ada larangan itu, entah sampai berapa hari lagi perayaan juara di jalan akan dilakukan.

Saat pawai juara, Bustomi dan semua pemain waktu itu juga terlibat. Mereka berkeliling jalanan Malang Raya dengan jip terbuka untuk menyapa Aremania. Rangkaian perayaan itu masih diingat betul oleh gelandang berusia 34 tahun tersebut.

Selanjutnya, Bustomi memang berharap suatu saat jadi pelatih, apalagi jika bisa menangani Arema. Saat ini, dia sudah memiliki linsensi kepelatihan C AFC.

Tidak menutup kemungkinan dia masuk tim kepelatihan Singo Edan. Apalagi manajemen Arema selalu membuka pintu untuk mantan pemainnya jadi asisten pelatih lebih dulu sebelum jadi pelatih kepala, sebut saja Kuncoro, Charis Yulianto dan Singgih Pitono. Mereka asisten pelatih yang merupakan mantan pemain Arema.