PSMS Medan Siap Ikuti Konsep ‘New Normal’ Olahraga

Manajemen PSMS Medan tetap dengan sikap mereka untuk tetap melanjutkan Liga 2 tahun ini dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dalam konsep New Normal olahraga.

Pemerintah RI dalamn waktu dekat akan menerapkan tatanan kehidupan baru yang berdampingan dengan pandemi virus Corona agar perekonomian tidak makin terpuruk. Bahkan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) saat ini sedang menyusun draf olahraga menyambut New Normal.

Manajer PSMS Mulyadi Simatupang menyambut baik konsep New Normal yang digaungkan pemerintah. Kendati demikian, tim Ayam Kinantan masih menunggu keputusan PSSI sebagai induk organisasi sepakbola nasional.

“Dalam rapat kemarin klub yang minta kompetisi disetop ada 50 persen, lalu sebagian lainnya menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI. Sisanya meminta kompetisi dilanjutkan,” ungkap Mulyadi.

“Kami sendiri minta liga dilanjutkan, begitu juga PSIM [Yogyakarta] dan Badak Lampung. Konsep new normal yang diwacanakan pemerintah membuat kami optimis kompetisi bergulir lagi.”

Mulyadi menambahkan, keinginan PSMS kembali melanjutkan kompetisi adalah agar perekonomian masyarakat yang terlibat di sepakbola menggeliat, seperti pedagang kaki lima, termasuk gaji pemain, pelatih, maupun ofisial tim yang kembali normal.

“Jika liga lanjut lagi kami harus bersinergi, dan tetap ikuti anjuran dari pemerintah. Mereka pasti menyiapkan opsi-opsi dari konsep new normal itu, apakah tanpa penonton atau bagaimana,” kata Mulyadi.

“Misalnya ada penonton, kapasitas stadionnya disesuaikan, dibatasi. Jika kapasitas stadion itu 10 ribu, dipakai sepertiganya saja, atau hanya tiga ribu penonton. Tetap social dan physical distancing diperhatikan juga.”

Selain itu, melanjutkan kompetisi memberikan dampak positif untuk tim nasional. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan, sehingga pemain membutuhkan atmosfer pertandingan lebih banyak. PSMS menyumbang satu pemain mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas U-19, yakni Adi Satryo.

“Liga tahun ini sangat penting bagi Indonesia, karena tahun depan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Itu (liga) berkaitan dengan kesiapan timnas. Jika kompetisi disetop, akan memberikan dampak kepada kesiapan timnas,” imbuh Mulyadi.