Hindari Keramaian, Bek Sayap Persiraja Pilih Latihan di Gunung

Bek Sayap Persiraja Banda Aceh, Muhammad Kasim Slamat, mempunyai cara tersendiri untuk berlatih mandiri di kampung halamannya, Ambon, Maluku.

Kasim Slamat mengaku memilih berlatih di gunung yang notabennya jauh dari keramaian.

Sebab, ia mematuhi anjuran pemerintah yang melarang berkumpul di tempat-tempat keramaian karena Covid-19.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, tercatat ada 172 pasien positif corona hingga Jumat (29/5/2020).

Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 16 orang.

Kemudian, pasien yang meninggal dunia sebanyak 6 orang.

Untuk itulah Kasim memilih berlatih di gunung yang sepi dari orang-orang.

Terlebih dapat menambah ketenangan dan menyejukkan mata lantaran pemandangan yang indah.

“Saya sendiri mengambil waktu kosong untuk menghindari keramaian.”

“Sekitar pukul 15.30 WIT, saya biasanya lari ke gunung. Karena di gunung tidak ada orang juga,” ucapnya dikutip BolaSport dari Tribun Bogor.

“Di situ saya ambil kesempatan buat joging untuk jaga kebugaran tubuh,” imbuhnya.

Baca Juga: Dari Premier League ke League Two, Banyak Pemain Inggris yang Berminat Main di Indonesia

Demi memperoleh hasil maksimal, Kasim rela berlatih selama dua jam penuh dengan berbagai variasi menu latihan.

“Ada sekitar 2 jam, termasuk sprint-sprint pendek 5 menit, ganti gerakan, 5 menit ganti gerakan lagi. Pokoknya ada banyak gerakan yang lainnya juga,” kata pemain berusia 22 tahun itu.

Lebih lanjut, eks pemain Tira Persikabo itu berharap wabah corona di kampungnya dan di seluruh daerah Indonesia dapat segera berakhir.

“Harapan saya, Insya Allah virus ini cepat selesai dan masyarakat bisa beraktifitas kembali seperti semula, dan yang lebih penting lagi, semoga sepak bola bisa cepat bergulir seperti semula lagi. Amiin ya Allah,” tutup Kasim.